home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Deltacron Dikonfirmasi WHO, Apa Kata Satgas COVID-19?

Rabu, 16 Maret 2022 17:00 by reinasoebisono | 986 hits
Deltacron Dikonfirmasi WHO, Apa Kata Satgas COVID-19?
Image source: Kompas

DREAMERS.ID - WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia telah mengonfirmasi adanya kemunculan varian virus baru, gabungan dari Delta dan Omicron yang kini disebut Deltacron. Hal ini dikonfirmasi oleh Pimpinan Teknis COVID-19 WHO Maria Van Kerkhove.

Konfirmasi adanya hibrida atau rekombinan varian Delta dan Omicron ini didasarkan laporan dari para ilmuwan. Melansir Kompas, Deltacron telah tercatat menyebar di berbagai negara termasuk Amerika Serikat, Perancis, Denmark dan Belanda.

Lebih detail, hal ini terungkap oleh WHO dalam media briefing pada 10 Maret 2022 dari hasil pertemuan Technical Advisory Group on Virus Converse Evolution atau grup penasehat teknis terkait evolusi virus yang terdiri dari para pakar virus di dunia.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan, bahwa penamaan resmi varian ini belum ditetapkan WHO. Data terkait karakteristik Deltacron juga masih terbatas.

"Varian GKA atau AY.4 BA.1 merupakan varian yang terindikasi memiliki percampuran genetik antara varian Delta dengan istilah 21J atau AY.4 dengan Omicron dengan istilah ilmiahnya 21K atau BA.1," papar Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube BNPB, Selasa (15/3).

Baca juga: Korea Utara Baru Digempur COVID-19, Laporkan Ratusan Ribu Orang Demam

"Dampak varian ini terhadap indikator epidemiologi maupun tingkat keparahan gejala belum dapat dipastikan dan masih terus diteliti," ungkap Wiku.

Sebenarnya, rekombinasi varian seperti Deltacron ini pernah terjadi di berbagai virus lainnya. Karena itu, Prof Wiku meminta agar tidak member ruang berbagai jenis virus untuk masuk maupun menyebar di dalam negeri dengan cara melindungi diri dan disiplin protocol Kesehatan.

"Jadi penting untuk dipahami, bahwa selama virus masih beredar apalagi dalam tingkat penularan yang tinggi, potensi terjadinya mutasi virus akan semakin besar," ucap Wiku.

"Di masa adaptasi ini, pencegahan penularan ini lebih banyak porsinya pada tanggung jawab setiap individu. Setiap orang wajib melindungi dirinya sendiri dan orang lain melalui disiplin protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak)," jelasnya.

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Kabar terbaru, Kawasan Ancol akan ditutup untuk masyarakat umum tanggal 4 Juni karena digelarnya balapan Formula E. Bahkan, untuk warga yang ingin akses ke pantai pun tetap harus memiliki tiket Formula E....
  • HOT !
    Pada Kamis (12/5), Korea Utara mengumumkan kasus pertama varian omicron dari COVID 19 dan menyatakan penerapan sistem pengendalian virus "darurat maksimum", mengakhiri klaim bebas virus corona yang sudah berlangsung lama....
  • HOT !
    Dalam perhelatan Grammy Awards 2022, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membagikan pesan untuk penonton tentang negaranya yang sedang mengalami krisis. Ini yang dibagikannya....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : KaptenJe
Cast : •Je (aku) • Tata •Yossy •All member EXO

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)