home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Aneh dan Sudah Beberapa Kali, Keluarga Mengaku Tidak Kenal Orang yang Bawa Kabur Jenazah PDP Corona di Makassar

Senin, 08 Juni 2020 13:30 by reinasoebisono | 4391 hits
Aneh dan Sudah Beberapa Kali, Keluarga Mengaku Tidak Kenal Orang yang Bawa Kabur Jenazah PDP Corona di Makassar
Image source: Detik

DREAMERS.ID - Masalah ‘pencurian’ jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 atau virus corona akhirnya mendapat perhatian Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah. Ia pun meminta polisi menangkap warga di Kota Makassar tersebut.

Yang diketahui adalah warga di Kota Makassar membawa kabur jenazah Pasien Dalam Pengawasan atau PDP virus corona dari rumah sakit. Anehnya, keluarga juga disebut tidak mengenal orang yang membawa kabur jenazah.

"Kalau ada kejadian seperti ini lagi, tangkap dan selidiki," kata Nurdin via laman Detik.

Nurdin menambahkan, ksus jenazah PDP virus corona yang dibawa kabur dari rumah sakit di Makassar sudah beberapa kali terjadi. Dan seperti yang telah disebutkan di atas, bahkan keluarga jenazah tidak mengenali kelompok orang yang datang dan membawa kabur jenazah dari rumah sakit.

"Kejadian pertama, berlangsung di Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar, 5 Juni 2020. Sekelompok orang merebut mayat Muhammad Yunus (49) dengan diagnosa positif COVID-19. Kejadian kedua perebutan mayat Ny Kasiyani (53) oleh puluhan orang di RS Stela Maris pada Minggu 7 Juni 2020 malam," kata Nurdin.

Baca juga: Update Pergub Baru: Bisa Didenda Sampai Satu Juta Jika Tak Pakai Masker Berulang?

"Dua kejadian ini memiliki ciri yang sama; keluarga inti korban tidak mengenal kelompok orang yang merebut mayat. Anaknya almarhum Muhammad Yunus yang mendampingi mayat, ditarik untuk menyingkir oleh orang-orang yang bergabung dalam komplotan perebutan mayat," lanjutnya.

Nurdin melanjutkan, hal ini juga dialami keluarga almarhumah Kasiyani yang kini jenazahnya dibawa kabur dari Rumah Sakit Stella Maris pada Minggu (8/6) malam tadi. "Keluarga inti heran dan mengaku tidak kenal dengan orang-orang yang merebut mayat almarhumah," imbuhnya.

Namun berbeda dengan pihak rumah sakit. Dalam keterangan tertulis yang sama, Direktur RS Stella Maris Makassar, dr T Luisa Nunuhitu menyebut jika keluarga almarhumah Kasiyani setuju dengan pihak RS Stella Maris agar jenazah ditangani dengan protokol COVID-19.

"Saat mayat dipindahkan dari ruang rawat ke kamar mayat menunggu penjemputan ambulance gugus tugas, datang sekelompok orang. Keluarga inti disingkirkan. Keluarga inti heran dan mengaku tidak kenal dengan orang-orang yang merebut mayat," kata Nunuhitu.

(rei)

Komentar
  • HOT !
      Setiap tahun, majalah TIME menerbitkan daftar 100 orang yang dianggap paling berpengaruh. Tidak mudah untuk masuk ke dalam daftar itu, karena semua yang terpilih dikatakan telah mengubah dunia dengan cara tertentu, terlepas dari konsekuensinya....
  • HOT !
    Belakangan ini hujan lebat melanda sejumlah wilayah di Indonesia khususnya Pulau Jawa. Belum berakhir, BMKG memberikan peringatan bahwa cuaca ekstrem akan melanda hampir seluruh Indonesia selama sepekan ke depan....
  • HOT !
    Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID 19 saat ini tengah mengembangkan teknologi masker kain yang memiliki lapisan sebanyak 5 lapis, untuk mencegah penyebaran virus corona....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : AdeLululu
Cast : Lay EXO , Kim Vanyiake (FC) , Eunji A-Pink , Ryeowook SJ , Suho EXO, Jung Rachel, EXO, A-Pink

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)