home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Sudah Vonis Seumur Hidup Namun Jaksa Minta Hukuman Reynhard Sinaga Diperberat, Caranya?

Kamis, 16 Januari 2020 17:17 by reinasoebisono | 7095 hits
Sudah Vonis Seumur Hidup Namun Jaksa Minta Hukuman Reynhard Sinaga Diperberat, Caranya?
Image source: Tempo

DREAMERS.ID - Reynhard Sinaga, warga negara Indonesia (WNI) yang terkena kasus pemerkosaan terbesar sepanjang sejarah Inggris memang telah divonis seumur hidup. Namun ternyata hal itu dianggap jaksa penuntut belum maksimal dan diminta untuk diperberat. Bagaimana bisa?

Karena ternyata, vonis oleh Pengadilan Manchester tersebut adalah hukuman penjara seumur hidup dan harus menjalani hukuman minimal 30 tahun sebelum dipertimbangkan untuk mendapat keringanan hukuman.

Karena itu, Kantor Jaksa Penuntut melayangkan surat kepada Jaksa Agung yang meminta agar hukuman penjara seumur hidup bagi Reynhard Sinaga dijalankan sepenuhnya tanpa keringanan. Surat tersebut dipastikan Jaksa Agung Geoffrey Cox telah diterimanya.

Landasan permintaan itu, melansir Kompas, adalah bahwa berdasarkan aturan hukum skema hukuman yang terlalu lunak, jaksa bisa mengajukan keberatan terhadap hukuman yang dijatuhkan lalu Jaksa Agung memutuskan akan menerima atau tidak.

Jaksa Agung Cox diberi waktu hingga 3 Februari untuk memutuskannya. Perlu diketahui jika dalam putusannya di pengadilan Manchester Senin (6/1) lalu, Hakim Suzanne Goddard menyatakan ‘hampir’ menjatuhkan hukuman seumur hidup tanpa keringanan pada Reynhard Sinaga.

Baca juga: Kasus Predator Seks Reynhard Sinaga Bakal Dijadikan Film

Namun akhirnya ia memutuskan untuk memberi waktu minimal 30 tahun untuk Reynhard untuk menjalani hukumannya. Ia mempertimbangkan apakah ia punya kewenangan untuk memastikan jika Reynhard tak akan pernah bebas.

"Hukuman seumur hidup sangat jarang terjadi dan saya paham ini biasanya dijatuhkan pada kasus pembunuhan," katanya. "Sementara kejahatan ini sangat serius secara kolektif maupun individual dan dalam pandangan saya ini melibatkan risiko kematian sesuai bukti dari Dr Elliot (ahli yang meneliti obat bius yang dipakai Reynhard), tetapi tidak ada penyiksaan dan kekerasan di kasus ini, serta tidak adanya kematian atau luka fisik yang serius.”

"Anda (Reynhard) terlihat jelas sangat mahir dalam memberi dosis dan untungnya tidak ada korban yang menderita akibat fisik yang serius dan berkepanjangan."

Hakim juga menegaskan ika hukuman minimum 30 tahun yang harus dijalani itu tidak berarti jika Reynhard akan secara otomatis dibebaskan setelah menjalaninya. Itu adalah jumlah mnimum yang harus dijalani sebelum bisa mengajukan pembebasan bersyarat.

"Akan tergantung pada dewan pengawas pembebasan bersyarat nanti apakah Anda bisa dibebaskan dan dengan syarat apa." Kata Hakim Goddard.

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Korea Selatan tengah menghadapi gelombang kedua pandemi COVID 19 atau corona. Berdasarkan pihak berwenang setempat, krisis yang dihadapi lebih besar sekarang daripada pada awal Mei karena penyebaran diam diam secara bersamaan di wilayah metropolitan Seoul....
  • HOT !
    Otoritas kesehatan masyarakat Korea mengatakan pada hari Senin (10/8) bahwa mereka telah menemukan tiga urutan genom baru yang bermutasi dari virus corona di antara kasus kasus impor di negaranya....
  • HOT !
    Pasha ‘Ungu’ alias Sigit Purnomo kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu. Belakangan saat menjalani tugas sebagai wakil rakyat, Pasha ditegur oleh Mendagri Tito Karnavian. Alasannya karena gaya rambut Pasha yang nyentrik di cat pirang....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : AdeLululu
Cast : Lay EXO , Kim Vanyiake (FC) , Eunji A-Pink , Ryeowook SJ , Suho EXO, Jung Rachel, EXO, A-Pink

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)