home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Bersiap Pahami Lebih Jauh Dua Program Pengganti UN: Asesmen Kompetensi Minimal dan Survei Bakat!

Kamis, 12 Desember 2019 11:01 by reinasoebisono | 545 hits
Bersiap Pahami Lebih Jauh Dua Program Pengganti UN: Asesmen Kompetensi Minimal dan Survei Bakat!
Image source: Detik

DREAMERS.ID - Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengumumkan akan mengganti program standar kelulusan yang selama ini dilakukan yaitu Ujian Nasional atau UN menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Meski begitu, bukan berarti dihapusnya ujian nasional lalu tidak ada penentuan kelulusan karena tolok ukur para siswa harus tetap ada. Walaupun, dipastikan oleh Menteri Nadiem, hal yang diukur akan berubah.

"Asesmen kompetensi minimum adalah kompetensi yang benar-benar minimum di mana kita bisa memetakan sekolah-sekolah dan daerah-daerah berdasarkan kompetensi minimum. Apa itu materinya. Materinya yang bagian kognitifnya hanya dua. Satu adalah literasi dan yang kedua adalah numerasi," papar Nadiem via Detik.

Nadiem menjelaskan 'literasi' bukan sekadar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan 'numerasi' adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Dia menekankan 'literasi' dan 'numerasi' bukan mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid-murid menggunakan konsep itu untuk menganalisis sebuah materi.

"Ini adalah 2 hal yang akan menyederhanakan asesmen kompetensi yang dilakukan mulai dari tahun 2021. Bukan berdasarkan mata pelajaran lagi. Bukan berdasarkan penguasaan konten materi," ucapnya.

Baca juga: 'Belanja Aneh' Menhan Prabowo, Ada Dorongan Dari Presiden Jokowi?

"Ini berdasarkan kompetensi minimum kompetensi dasar yang dibutuhkan murid-murid untuk bisa belajar apa pun materinya. Ini adalah kompetensi minimum yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar apa pun mata pelajarannya," sambung Nadiem.

Sementara untuk survei karakter, Nadiem mengatakan jika selama ini pemerintah hanya memiliki data kognitif para siswa namun tidak mengetahui kondisi ekosistem di sekolah para siswa.

"Kita tidak mengetahui apakah asas-asas Pancasila itu benar-benar dirasakan oleh siswa se-Indonesia. Kita akan menanyakan survei-survei untuk mengetahui ekosistem sekolahnya. Bagaimana implementasi gotong royong. Apakah level toleransinya sehat dan baik di sekolah itu? Apakah well being atau kebahagiaan anak itu sudah mapan? Apakah ada bullying yang terjadi kepada siswa-siswi di sekolah itu?" ujar Nadiem.

Nadiem menuturkan survei ini akan menjadi panduan untuk sekolah dan pemerintah. Survei karakter itu diharapkan jadi tolok ukur untuk bisa memberikan umpan balik bagi sekolah dalam melakukan perubahan.

"Survei ini akan menjadi tolok ukur untuk bisa memberikan umpan balik, memberikan feedback pada sekolah-sekolah untuk melakukan perubahan-perubahan yang akan menciptakan siswa-siswi yang lebih bahagia dan juga lebih kuat asas-asas Pancasilanya di dalam lingkungan sekolahnya," ungkapnya.

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Virus corona atau COVID 19 kini juga sudah menyasar kalangan pejabat. Setelah beberapa PNS hingga pimpinan daerah, kini Menteri Agama Fachrul Razi juga dikonfirmasi positif COVID 19....
  • HOT !
    Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID 19 saat ini tengah mengembangkan teknologi masker kain yang memiliki lapisan sebanyak 5 lapis, untuk mencegah penyebaran virus corona....
  • HOT !
    Mayat seorang wanita ditemukan di danau dekat kediaman Kate Middleton dan Pangeran William di Istana Kensington pada 29 Agustus 2020. Polisi tengah menyelidiki identitas korban....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : NWicahya
Cast : Brenda, Daniel, Rafael.

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)