SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Jika Benar Jadi Bos Pertamina, Ahok Bakal Digaji Rp3.2 Miliar Per Bulan?

Jumat, 15 November 2019 12:51 by reinasoebisono | 1460 hits
Jika Benar Jadi Bos Pertamina, Ahok Bakal Digaji Rp3.2 Miliar Per Bulan?
Image source: Kompas

DREAMERS.ID - Rumor Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok makin mencuat dan mengerucut. Kabar yang paling kuat hingga kini, Ahok diperkirakan akan menjadi komisaris utama atau bahkan direktur utama di PT Pertamina (Persero).

Memang belum ada keterangan eksplisit atau mendetail dari Menteri BUMN Erick Thohir maupun Presiden Joko Widodo soal BUMN mana yang akan dipimpin oleh Ahok. Tapi keduanya komak memastikan jika Ahok pasti akan ditunjuk untuk memberesi salah satu BUMN strategis.

"Kita harapkan ada perwakilan yang memang punya track record pendobrak. Untuk mempercepat dari pada hal-hal yang sesuai diarahkan, yaitu satu bagaimana menekan daripada energi juga bersama membuka lapangan kerja dengan cara berpartner."

Soal apakah itu tanda Ahok akan ditempatkan di sektor energi, Erick menjawab, "Belum tahu, nanti kita lihat."

Ahok dipastikan akan bergabung ke BUMN pada Desember mendatang jika benar akan masuk Pertamina. Kisaran gaji dan tunjangan yang akan diterima Ahok pun ramai diperbincangkan. Berdasarkan laporang keuangan Pertamina untuk kinerja 2018, seperti ini kurang lebih besarannya.

Melansir CNBC Indonesia, Dalam laporan keuangan tertulis kompensasi untuk manajemen yang berupa gaji dan imbalannya mencapai US$ 47,23 juta atau setara Rp 661 miliar dengan kurs atau nilai tukar saat ini.

Baca juga: Potret Ahok 'Skin To Skin' dengan Bayinya yang Undang Respon Netizen

Namun, besaran gaji direksi dan komisaris berbeda. Untuk gaji Direktur Utama ditetapkan dengan menggunakan pedoman internal yang ditetapkan oleh Menteri BUMN selaku RUPS PT Pertamina (Persero).

Sementara, gaji anggota Direksi lainnya ditetapkan dengan komposisi Faktor Jabatan, yaitu sebesar 85% dari gaji Direktur Utama. Honorarium Komisaris Utama adalah sebesar 45% dari gaji Direktur Utama. Honorarium Wakil Komisaris Utama adalah sebesar 42,5% dari Direktur Utama. Honorarium Anggota Dewan Komisaris adalah 90% dari honorarium Komisaris Utama.

Kedua jabatan di atas itu pun menerima tunjangan. Seperti tunjangan hari raya, perumahan dan asuransi purna jabatan untuk direksi. Smeentara untuk Dewna Komisaris, ada tunjangan hari raya, transportasi dan asuransi purna jabatan.

Ada juga fasilitas kendaraan, kesehatan, bantuan hukum untuk direksi. Sedangkan untuk dewan komisaris adalah fasilitas kesehatan dan bantuan hukum.

Adapun susunan direksi Pertamina saat ini adalah 11 orang, sementara untuk komisaris di 2018 mencapai 6 orang. Artinya jika dibagi rata ke 17 orang, masing-masing bisa mengantongi hingga Rp 38 miliar setahun atau Rp 3,2 miliar per bulan!

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Menyebarnya virus Wuhan di sejumlah Negara seperti di Thailand, Jepang, bahkan Korea Selatan semakin membuat resah masyarakat lokal bahkan di Indonesia. Walaupun di Indonesia sendiri belum terdapat laporan kasus pasien yang terkena virus Wuhan....
  • HOT !
    Pembangunan ibu kota baru semakin bergulir dengan rencana rencana penunjangnya. Selain infrastruktur, sistem sistm disebut oleh Presiden Jokowi akan baru semua dan memang harus diikuti oleh penduduknya nanti di sana....
  • HOT !
    Gelaran Pelantikan BPP HIPMI masa bakti 2019 2022 menjadi cukup menarik. Selain kehadiran Presiden Jokowi, dalam sambutannya sang presiden sempat menyinggung sosok sosok yang mungkin saja menggantikannya sebagai presiden....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : riyanidirgaajeng
Cast : siwon, yoora ,onew, luhan, kang minhyuk & All Artist SMEnt.

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)