home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Jika Benar Jadi Bos Pertamina, Ahok Bakal Digaji Rp3.2 Miliar Per Bulan?

Jumat, 15 November 2019 12:51 by reinasoebisono | 1477 hits
Jika Benar Jadi Bos Pertamina, Ahok Bakal Digaji Rp3.2 Miliar Per Bulan?
Image source: Kompas

DREAMERS.ID - Rumor Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok makin mencuat dan mengerucut. Kabar yang paling kuat hingga kini, Ahok diperkirakan akan menjadi komisaris utama atau bahkan direktur utama di PT Pertamina (Persero).

Memang belum ada keterangan eksplisit atau mendetail dari Menteri BUMN Erick Thohir maupun Presiden Joko Widodo soal BUMN mana yang akan dipimpin oleh Ahok. Tapi keduanya komak memastikan jika Ahok pasti akan ditunjuk untuk memberesi salah satu BUMN strategis.

"Kita harapkan ada perwakilan yang memang punya track record pendobrak. Untuk mempercepat dari pada hal-hal yang sesuai diarahkan, yaitu satu bagaimana menekan daripada energi juga bersama membuka lapangan kerja dengan cara berpartner."

Soal apakah itu tanda Ahok akan ditempatkan di sektor energi, Erick menjawab, "Belum tahu, nanti kita lihat."

Ahok dipastikan akan bergabung ke BUMN pada Desember mendatang jika benar akan masuk Pertamina. Kisaran gaji dan tunjangan yang akan diterima Ahok pun ramai diperbincangkan. Berdasarkan laporang keuangan Pertamina untuk kinerja 2018, seperti ini kurang lebih besarannya.

Melansir CNBC Indonesia, Dalam laporan keuangan tertulis kompensasi untuk manajemen yang berupa gaji dan imbalannya mencapai US$ 47,23 juta atau setara Rp 661 miliar dengan kurs atau nilai tukar saat ini.

Baca juga: Ceraikan Veronica Tan Bukan Perkara Mudah, Ahok: Apa yang Saya Dapat? Makin Berani!

Namun, besaran gaji direksi dan komisaris berbeda. Untuk gaji Direktur Utama ditetapkan dengan menggunakan pedoman internal yang ditetapkan oleh Menteri BUMN selaku RUPS PT Pertamina (Persero).

Sementara, gaji anggota Direksi lainnya ditetapkan dengan komposisi Faktor Jabatan, yaitu sebesar 85% dari gaji Direktur Utama. Honorarium Komisaris Utama adalah sebesar 45% dari gaji Direktur Utama. Honorarium Wakil Komisaris Utama adalah sebesar 42,5% dari Direktur Utama. Honorarium Anggota Dewan Komisaris adalah 90% dari honorarium Komisaris Utama.

Kedua jabatan di atas itu pun menerima tunjangan. Seperti tunjangan hari raya, perumahan dan asuransi purna jabatan untuk direksi. Smeentara untuk Dewna Komisaris, ada tunjangan hari raya, transportasi dan asuransi purna jabatan.

Ada juga fasilitas kendaraan, kesehatan, bantuan hukum untuk direksi. Sedangkan untuk dewan komisaris adalah fasilitas kesehatan dan bantuan hukum.

Adapun susunan direksi Pertamina saat ini adalah 11 orang, sementara untuk komisaris di 2018 mencapai 6 orang. Artinya jika dibagi rata ke 17 orang, masing-masing bisa mengantongi hingga Rp 38 miliar setahun atau Rp 3,2 miliar per bulan!

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diam diam melaporkan dua akun Instagram @ito.kurnia dan @an7a_s679 ke Polda Metro Jaya atas kasus pencemaran nama baik. Kedua akun tersebut menghina istrinya Puput Nastiti Devi serta keluarga....
  • HOT !
    Tata cara ibadah haji tahun 2020 ini tentu berbeda dari sebelumnya karena dilaksanakan di tengah pandemi corona atau COVID 19, dengan protokol khusus dan jemaah yang tidak seramai biasanya....
  • HOT !
    Presiden Jokowi disebutkan menjalani tes swab Polymerase Chain Reaction atau PCR pada hari ini, Jumat (24/7) sore. Hal ini dikatakan setelah Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo dinyatakan positif virus corona atau COVID 19....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : IkaaWulandari
Cast : Nevi, Park tae Joon, Song Ye Bom, Choi Yoon Hwan, Kim Hye Ri

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)