home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Sampai Kapan Cuaca Panas Terik 39 Derajat Melanda Wilayah Indonesia?

Sabtu, 26 Oktober 2019 17:05 by reinasoebisono | 1413 hits
Sampai Kapan Cuaca Panas Terik 39 Derajat Melanda Wilayah Indonesia?
Image source: Detik

DREAMERS.ID - Beberapa hari terakhir masyarakat merasakan cuaca yang sangat terik di beberapa wilayah Indonesia, termasuk ibu kota Jakarta. Utamanya di pagi dan siang hari, rasa terik menusuk  cukup hangat menjadi pembicaraan.

Dilansir dari CNN Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu panas dengan cuaca cerah tanpa awan akan berlangsung hingga pekan depan.

"Potensi suhu panas di siang hari masih harus diwaspadai hingga sepekan ke depan," kata Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Miming Saepudin, dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (25/10).

Suhu maksimum yang diprediksi BMKG hingga pekan depan bisa mencapai 39 derajat celsius. Sementara di dua hari belakangan pula, BMKG mencatat suhu tertinggi terjadi di Semarang yang juga mencapai 39 derajat Celcius.

Dijelaskan lebih lanjut, suhu terik ini terjadi karena posisi matahari berada di titik kulminasi tertinggi, tidak ada awan yang menutupi, dan suhu kelembapan yang rendah. Akibatnya cahaya matahari langsun menuju wilayah Indonesia sehingga cuaca menjadi panas. 

"Minum air yang cukup jangan sampai dehidrasi, gunakan pakaian yang nyaman, kurangi aktivitas di bawah matahari atau kenakan pelindung," kata Sesditjen P2P Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto.

Cuaca panas ini diprediksi tidak akan berlangsung lama karena akan berganti menjadi musim hujan. Saat ini, awan hujan mulai terbentuk dan diprediksi wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, dan Kalimantan bagian selatan akan mulai memasuki musim hujan pada akhir November hingga awal Desember. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Januari dan Februari.

Miming pun menegaskan jika fenomena matahari terik ini berbeda dengan gelombang panas seperti yang terjadi di Eropa dan India. Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak termakan hoaks yang banyak beredar.

Gelombang panas terjadi pada wilayah yang berada di lintang tinggi. Gelombang panas itu terjadi karena pengaruh atmosfer di kutub dan lintang menengah.

Menurut Miming, di Indonesia tak mungkin terjadi gelombang panas karena secara dinamika berbeda. Indonesia berada di ekuator sehingga kondisi cuaca dan fenomena berbeda.

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diam diam melaporkan dua akun Instagram @ito.kurnia dan @an7a_s679 ke Polda Metro Jaya atas kasus pencemaran nama baik. Kedua akun tersebut menghina istrinya Puput Nastiti Devi serta keluarga....
  • HOT !
    Tata cara ibadah haji tahun 2020 ini tentu berbeda dari sebelumnya karena dilaksanakan di tengah pandemi corona atau COVID 19, dengan protokol khusus dan jemaah yang tidak seramai biasanya....
  • HOT !
    Presiden Jokowi disebutkan menjalani tes swab Polymerase Chain Reaction atau PCR pada hari ini, Jumat (24/7) sore. Hal ini dikatakan setelah Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo dinyatakan positif virus corona atau COVID 19....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : IkaaWulandari
Cast : Nevi, Park tae Joon, Song Ye Bom, Choi Yoon Hwan, Kim Hye Ri

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)