SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Sering Terlihat Mengambang, Peneliti ITB Ungkap Ternyata Styrofoam Bukanlah Penyebab Banjir

Kamis, 19 September 2019 15:09 by reinasoebisono | 24296 hits
Sering Terlihat Mengambang, Peneliti ITB Ungkap Ternyata Styrofoam Bukanlah Penyebab Banjir
Image source: Istimewa

DREAMERS.ID - Kemasan styrofoam sering dituding menjadi penyebab terjadinya banjir yang masih jadi isu panas setiap tahunnya. Bencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah tak lain turut disebabkan karena sampah. Namun ternyata peneliti berkata lain.

Adalah Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran Institut Teknologi Bandung (LPTM ITB) Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D yang tidak setuju lantaran styrofoam memiliki berat yang sangat ringan, sehingga tidak mungkin menyebabkan banjir.

"Ada salah paham dari sisi lingkungan, katanya ini (styrofoam) menyebabkan banjir, menurut saya keliru karena berat jenisnya rendah. Foamnya mengandung udara, jadi kalau dicemplungin pasti paling atas," ujar Akhmad Zainal Abidin melansir Suara.

Awal alasan styrofoam sering dituding jadi penyebab banjir adalah karena berwarna putih yang membuatnya sangat terlihat dan mengambang di aliran banjir karena selalu berada di atas air. Namun Akhmad Zainal tidak setuju jika styrofoam dianggap sebagai penyumbat aliran sungai yang menyebabkan terjadinya banjir.

"Kalaupun ada air pasti akan lewat dan styrofoam-nya di atas jadi nggak pernah ada yang namanya styrofoam menyumbat sungai karena selalu di atas. Memang paling kelihatan, kalau mengotori mungkin, akan tetapi kalau menyumbat enggak, karena sifatnya seperti itu," tegasnya.

Baca juga: Jawaban Lengkap Gubernur Anies Soal Banjir yang Dikritik Habis DPR

Sedangkan, isu styrofoam menyebabkan tumpukan sampah yang menggunung juga tidak dipahami Akhmad Zainal Abidin, karena penumpukkan sampah disebabkan kelalaian dan manajeman pengguna maupun petugas kebersihan itu sendiri. Padahal styrofoam bisa didaur ulang.

"Manajemen sampah yang saat ini kumpul, angkut, buang. Nah manajemen seperti ini menyulitkan daur ulang atau pemanfaatan sampah kembali. Jadi harus ada perubahan besar oleh KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) baik daerah maupun pusat," ungkapnya.

"Sekarang teknologi memungkinkan itu, semua berubah dan jadi manfaat, untuk edukasi masyarakat untuk memilah di rumah, pengumpulannya juga secara terpilah dan langsujg diproses jadi produk berguna," tuturnya.

"Saya udah buktikan di unit saya di unit pengolahan sampah masyarakat, sampah masuk dari masyarakat 100 persen dan keluar dari situ 100 persen produk, tidak ada yang perlu dibuang ke TPS TPA, semua ada nilai ekonominya," sambungnya.

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Tengah malam nanti, Indonesia dapat menikmati gerhana bulan yang ternyata bukan gerhana bulan biasa, lho! Pusat Sains Antariksa LAPAN (Lembaga Penerbangan dna Antariksa Nasional) menjelaskan jika yang akan muncul nanti malam adalah Gerhana Bulan Penumbra....
  • HOT !
    Nama George Floyd sudah mendunia karena memicu protes yang terbanyak di Amerika Serikat setelah dirinya meregang nyawa karena penanganan polisi Minneapolis yang dianggap sebagai bentuk rasis. Peristiwa ini menyulut amarah seluruh warga di dunia....
  • HOT !
    Pada Jumat (28/05), Achmad Yurianto kembali mengumumkan mengenai perkembangan kasus virus corona di Indonesia per tanggal 29 Mei Indonesia kembali mencatat adanya penambahan kasus pasien yang positif terinfeksi virus corona sebanyak 678 pasien....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : indiraptrf
Cast : Catherine(oc), Kim Woojoong, Park Chanyeol, Park Jiyeon.

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)