home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Romahurmuziy Keluhkan Kemana-mana Pakai Borgol, KPK: Mestinya Jangan Korupsi!

Jumat, 21 Juni 2019 13:05 by reinasoebisono | 808 hits
Romahurmuziy Keluhkan Kemana-mana Pakai Borgol, KPK: Mestinya Jangan Korupsi!
Image source: Suara

DREAMERS.ID - Mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy atau biasa disapa Rommy yang terjerat kasus korupsi dan tengah jadi tahanan KPK sempat melayangkan surat protes atas perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan Rutan KPK.

Ada dua surat yang ditujukan ke Pimpinan KPK tersebut, Kepala Pengawas Internal KPK dan Kepala Rutan KPK tertanggal 6 Januari 2019 dan 29 Januari 2019. Rommy, melansir Suara, mengatakan sejumlah fasilitas rutan yang masih dianggap kurang layak.

Komisi Pemberantasan Korupsi yang diwakili oleh Juru Bicara KPK, Febri Diansyah pun menyebu kondisi rutan sudah layak untuk para warga binaan. Terlebih jika memang menjadi tahanan tidak memiliki kebebasan untuk beraktifitas dan memiliki aturan.

"Jadi, jika ingin hidup bebas, semestinya sejak awal tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang menyalahi aturan yang berlaku, khususnya dalam konteks ini dugaan tindak pidana korupsi," kata Febri.

"Pihak Ditjen Pas Kemenkumham untuk melihat kesesuaian sarana, prosedur dan pengelolaan tahanan lainnya. Secara prinsip disampaikan hal-hal yang pokok sudah dijalankan di Rutan cabang KPK," ujar Febri.

Sementara untuk waktu ibadah yang dikeluhkan Rommy, KPK telah memfasilitasi sesuai dengan ajaran agama masing-masing tahanan. "Jadi tidak benar jika dikatakan tahanan diborgol saat menjalankan ibadah tersebut," tegas Febri.

"KPK berharap hal ini juga menjadi pembelajaran bagi publik, terutama bagi para pejabat agar tidak melakukan korupsi. Karena jika diproses dalam kasus korupsi atau pidana lainnya dan ditahan, maka akan ada pembatasan kebebasan dan fasilitas yang memang diatur di peraturan pidana yang berlaku," Febri menambahkan.

Berikut adalah poin-poin yang ada di surat Rommy terkait keluhan-keluhan yang terdapat di srat berbeda:

Tanggal 6 Januari 2019

Perihal: Pemberlakuan pemborgolan pada waktu akan melaksanakan ibadah kegiatan lainnya

1. Pemberlakuan pemborgolan pada waktu salat Jum’at dan kebaktian
2. Pelarangan melaksanakan ibadah kebaktian bagi warga rutan beragama Nasrani
3. Pemberlakuan pemborgolan pada waktu keluar rutan untuk kegiatan penyidikan, persidangan dan berobat ke rumah sakit
"Dengan ketiga alasan tersebut di atas, kami meminta pimpinan KPK agar mencabut aturan pemborgolan tersebut. Seandainya harus diterapkan maka harus pula secara selektif dan tertentu bagi mereka yang dapat menggangu keamanan serta kelancaran proses hukum di KPK dan pengadilan,” isi surat tersebut.

Kemudian, surat tanggal 29 Januari 2019

Perihal: perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan Rutan KPK

Sejak awal tahun 2019, rutan KPK dipimpin oleh kepala rutan yang baru. Sejak itu kami tahanan rutan KPK telah mendapatkan perlakukan yang tidak manusiawi :
1. Terkait pelaksanaan ibadah (salat Jumat dan kebaktian)
2. Perlakuan yang tidak manusiawi terhadap keluarga yang akan melaksanakan haknya untuk mengunjungi kami di Rutan KPK.
3. Mempersulit perawatan kesehatan bagi tahanan yang sakit yang perlu tindakan medis/pengobatan yang cepat.
4. Tindakan kepala Rutan yang tidak komunikatif dan cenderung mengambil tindakan sepihak.
5. Tindakan kepala Rutan melakukan penyitaan alat listrik pemanas (bukan kompor) yang sebelumnya telah diijinkan oleh pemimpin KPK dan kepala Rutan

Oleh karena itu kami menyampaikan permintaan kepada komisioner KPK dan kepala Rutan KPK sebagai berikut:

1. Kepala Rutan KPK dalam Pelaksanaan Tugasnya harus mangacu pada peraturan Perundang-undangan khususnya PP Nomor 58 Tahun 1999 Pasal 4 Ayat (1) dan Ayat (2), serta memperlakukan warga Rutan KPK secara manusiawi agar dapat tercipta suasana Rutan yang harmonis sebagaimana telah kami rasakan sebelumnya.
2. Segera memberikan fasilitas pemanas listrik sederhana yang telah disita dan memperbaiki/menyediakan fasilitas penyimpanan makanan yang memadai sesuai dengan Pasal 29 PP Nomor 58 Tahun 1999 serta sepenuhnya membantu warga Rutan KPK untuk melaksanakan ibadah puasa (Pasai 13 dan Pasal 31 PP No. 58 Tahun 1999).
3. Memperbanyak frekuensi kunjungan keluarga dari dalam empat kali dalam seminggu menjadi empat hari dalam seminggu, sehingga pengiriman makanan yang telah menjadi hak warga Rutan KPK dapat lebih banyak dan mengurangi kemungkinan makanan menjadi basi. Perlu kami sampaikan bahwa hanya di Rutan KPK yang dibatasi kunjungan keluarga hanya dua kali dalam seminggu. Di Rutan atau Lapas lainnya seperti di Polres, Kejaksaan dan Lapas lain frekuensi hari kunjungan adalah empat sampai lima kali dalam seminggu.

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Virus corona atau COVID 19 kini juga sudah menyasar kalangan pejabat. Setelah beberapa PNS hingga pimpinan daerah, kini Menteri Agama Fachrul Razi juga dikonfirmasi positif COVID 19....
  • HOT !
    Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID 19 saat ini tengah mengembangkan teknologi masker kain yang memiliki lapisan sebanyak 5 lapis, untuk mencegah penyebaran virus corona....
  • HOT !
    Mayat seorang wanita ditemukan di danau dekat kediaman Kate Middleton dan Pangeran William di Istana Kensington pada 29 Agustus 2020. Polisi tengah menyelidiki identitas korban....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : NWicahya
Cast : Brenda, Daniel, Rafael.

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)