SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Mengapa Mustahil Membalikkan Kondisi Kemenangan Pilpres 2019 Meski Digugat ke MK?

Selasa, 21 Mei 2019 17:28 by reinasoebisono | 908 hits
Mengapa Mustahil Membalikkan Kondisi Kemenangan Pilpres 2019 Meski Digugat ke MK?
Image source: Istimewa

DREAMERS.ID - Berdasarkan keputusan KPU, jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf mendapat 85.607.362 suara. Sementara jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi adalah 68.650.239.

KPU pun menetapkan Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenang Pilpres 2019 dengan selisih suara mencapai 16.957.123. Prabowo Subianto pun menolak hasil rekapitulasi dan akan menggugat keputusan KPU soal hasil Pilpres 2019.

Namun ternyata, jumlah selisih suara yang hampir 17 juta itu bisa jadi alasan tidak mungkinnya membalikkan keadaan hingga Prabowo menjadi pemenang dalam kontestasi pemilihan presiden ini. "Mustahil menang," kata ahli hukum tata negara Feri Amsari.

Menurut Feri, gugatan tersebut mustahil dikabulkan 9 hakim konstitusi karena jumlah selisih suaranya. Karena membuktikan 16.9 juta suara tersebut adalah suara yang tidak sah atau milik Prabowo bukanlah perkara yang mudah.

"Kalau ternyata ada kecurangan pemilu dan harus mengubah hasil suara, yaitu 15-20 juta suara milik yang kalah, bukan yang menang, bagaimana cara membuktikannya? Perlu 100-200 ribu TPS untuk menyatakan telah terjadi kecurangan dengan selisih suara yang diambil oleh yang menang 100 suara per TPS," ujar Feri Amasari.

"Bagaimana ke MK membuktikan agar 100-200 ribu TPS dicurangi? Pasti berat sekali," sambung Feri.

Baca juga: Dikotori Oleh Kekerasan, Berbagai Gaya Media Asing Beritakan Putusan MK Soal Sengketa Pilpres 2019

"Sedangkan video yang beredar, TPS yang direkam, jumlahnya dikapitalisasi di medsos seolah-olah sudah 100 ribu kecurangan. Apakah saya menyetujui kecurangan? Tidak. Kecurangan bisa dipidanakan pelakunya. Tapi suara yang berkembang, agar pemilu ini diulang. Kalau setiap orang yang kalah bisa menyatakan pemilu diulang, berbasis video tanpa diketahui TPS di mana, bisa gawat demokrasi," cetus Feri.

Melansir Detik, TPS-TPS tersebut nantinya akan diperiksa satu per satu oleh MK. Hakim Konstitusi akan mengecek apakah benar ada 200 ribu TPS yang dicurangi. Diandaikan, jika pun yang bisa dibuktikan hanya 10 ribu TP dan MK memutuskan pemerintah memproses pidana kecurangan di 10 ribu TPS itu, tetap tidak akan mengubah keputusan KPU.

"Karena 10 ribu yang terbukti itu tidak mengubah hasil. Siapa yang sadar betapa sulitnya mengubah konstruksi hukum ini? Pihak yang kalah. Sehingga mereka merasa nggak mungkin bisa membuktikan 100-200 ribu TPS di Mahkamah Konstitusi, itu berat. Kalaulah itu tergambar berat, ya sia-sia ke MK, sia-sia ke Bawaslu," papar Feri.

Sementara itu, berdasarkan jadwal MK, pendaftaran gugatan hasil pilpres maksimal 25 Mei 2019. Sedangkan MK sendiri akan memutuskan vonisnya pada tanggal 24 Juni 2019.

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Pernahkah kamu berkeinginan untuk mengatur mimpi sesuai dengan keinginan kamu? Atau memutuskan mimpi ketika kamu mengalami mimpi buruk atau mimpi yang tidak kamu inginkan? Setiap orang tentunya ingin mengalami sesuatu yang indah, walaupun hal tersebut hanya sekedar bunga tidur yang tidak abadi....
  • HOT !
    Senin (19/8) kemarin menjadi hari yang menegangkan bagi masyarakat Papua, khususnya Manokwari, Papua Barat. Aksi unjuk rasa yang berujung ricuh disebabkan oleh penangkapan 43 mahasiswa di Surabaya yang dinilai bersifat diskriminatif....
  • HOT !
    Lalu lintas pagi ini di sejumlah jalan di Kota Manokwari, Papua Barat dilaporkan mengalami kelumpuhan karena macet total yang disebabkan oleh banyaknya massa yang tumpah ke jalanan melakukan aksi protes....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : StrongBaby
Cast : -Amber Josephine Lu f(x) -Lee Seunghyun Bigbang -Lee Gikwang B2ST -Son Dongwoon B2ST -Lot Of Cameo

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)