SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Kontroversi 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo-Sandiaga, Ini Kata MUI, NU, dan TKN Jokowi-Maruf

Senin, 08 April 2019 11:45 by Fikriah | 6771 hits
Kontroversi 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo-Sandiaga, Ini Kata MUI, NU, dan TKN Jokowi-Maruf
Image source : detik

DREAMERS.ID - Potret saf salat yang bercampur antara perempuan dan laki-laki pada kampanye akbar Prabowo-Sandi yang diselanggarakan Minggu (7/4/2019) di Stadion GBK, ramai menjadi perbicangan publik di media sosial. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi memberikan komentar mengenai hal ini.

BPN Prabowo-Sandi menjelaskan bercampurnya saf salat perempuan dan laki-laki disebabkan kondisi GBK yang penuh dengan massa pendukung, sehingga sulit bagi panitia untuk mengatur posisi saf khusus laki-laki dan perempuan. Juru debat (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria mengatakan panitia sudah tidak bisa memisahkan saf khusus laki-laki atau perempuan saat salat berlangsung.

Riza juga menilai bahwa kondisi tersebut tidak berbeda dengan salat Jamaah di Masjidil Haram, Mekkah. Disamping itu, Majelis Ulama Indonesia menilai bahwa salat para jamaah pada kampanye akbar Prabowo-Sandi tetaplah sah.

Baca juga: Konfirmasi Rumor Hangat Pemasok Air Bersih Ibu Kota Baru Nanti Perusahaan Milik Prabowo

"Tapi jika terjadi sebaliknya, makmum perempuan di depan makmum laki-laki, atau berada di sampingnya, salatnya tetap sah, sepanjang syarat rukunnya terpenuhi. Karena urutan saf antar makmum laki-laki dan perempuan tidak termasuk syarat sah salat. Hanya saja, tidak dianjurkan, dan sedapat mungkin mengikuti contoh dan petunjuk yang diajarkan," jelas Asrorun Ni'am Soleh, Sekretaris Komisi Fatwa MUI.

Berbeda dengan MUI, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- KH Ma’ruf Amin, Asrul Sani menilai bahwa kejadian saf tercampur tersebut menunjukkan manajemen kampanye #02 yang berantakan dalam menjaga keteraturan ibadah salat. Ia juga menilai hal tersebut terjadi karena kegiatan politik yang dicampur dengan kegiatan agama.

Di sisi lain, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan di mana pun lokasi salat safnya tidak boleh bercampur laki-laki dan perempuan, "Dimana-mana orang salat itu nggak boleh campur (laki-laki dan perempuan) safnya, nggak boleh, haram," kata Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi, mengutip detik.

(fnj)

Komentar
  • HOT !
    Kemarin warga media sosial dihebohkan dengan video singkat pertikaian antara dua orang wanita di sebuah hajatan. Dinilai adegannya teralu rapih, netizen menduga bahwa video ini hanyalah bagian dari iklan....
  • HOT !
    Kabar duka datang dari salah satu fotografer yang pada tahun 1989 mengambil gambar paling menentukan dalam insiden penumpasan demonstran di Tiananmen. Charlie Cole meninggal dunia di Bali kemarin Jumat (13/9) pada usia 64 tahun....
  • HOT !
    Pada tahun 1997, seorang pria bernama William Earl Moldt dikabarkan menghilang setelah pulang dari tempat hiburan malam. Kekasihnya yang sempat menelponnya pada pukul 21.30 mengatakan bahwa William akan kembali pulang ke wilayah Lentana....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : arsyaden
Cast : Arsy, Vian, Lee Dong Wook, dkk

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)