SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Ketahui Rekam Jejak Suap Bupati Kotim yang Kalahkan Rekor Mega Korupsi E-KTP hingga 5.8 T!

Kamis, 07 Februari 2019 12:19 by reinasoebisono | 688 hits
Ketahui Rekam Jejak Suap Bupati Kotim yang Kalahkan Rekor Mega Korupsi E-KTP hingga 5.8 T!
Image source: Radar Kalteng

DREAMERS.ID - Bupati Kotawaringin Timur atau Kotim, Supian Hadi resmi dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap terkait izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Kotim, Kalimantan Tengah itu.

Melansir CNN, Izin itu dipersiapkan untuk tiga perusahaan berbeda dan KPK menduga Supian telah merugikan negara hingga Rp 5.8 Triliun dan USD 711 ribu atau setara dengan Rp 9.9 miliar. Kerugian ini mengalahkan rekor kasus mega korupsi E-KTP sebesar Rp 2.3 triliun dan korupsi SKL BLBI sebesar Rp 4.58 triliun.

Besaran dugaan kerugian negara korupsi Supian ini hanya dikalahkan oleh dugaan korupsi kasus pemberian FRJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik yang diketahui merugikan negara sebesar Rp 7.4 triliun.

Pada periode pertama setelah dilantik, Supian langsung mengangkat teman-teman dekatnya yang juga bagian dari tim suksesnya sebagai Direktur dan Direktur Utama PT Fajar Mentaya Abadi. Kolega Supian itu mendapat masing-masing mendapat jatah saham perusahaan sebesar 5 persen.

Baca juga: Romahurmuziy Keluhkan Kemana-mana Pakai Borgol, KPK: Mestinya Jangan Korupsi!

Perusahaan yang diduduki koleganya itu kemudian diberikan IUP seluas 1.671 hektar pada Maret 2011. Izin itu keluar dari Supian meski ia mengetahui jika PT Fajar Mentaya Abadi belum memiliki sejumlah dokumen perizinan. Seperti izin lingkungan atau AMDAL. Dan pada November 2011, perusahaan tersebut bisa beroperasi produksi bauksit dan ekspor ke Cina.

Pada November 2011, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras telah melayangkan surat kepada Supian untuk menghentikan seluruh kegiatan usaha pertambangan PT Fajar Mentaya Abadi namun tidak diindahkan oleh perusahaan itu dan tetap menambang hingga 2014.

Supian juga diketahui memenuhi permohonan PT Billy Indonesia dengan menerbitkan SK IUP eksplorasi pada Desember 2010 tanpa melalui proses lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). PT tersebut juga diketahui tidak memiliki kuasa pertambangan. Hal yang sama terjadi pada PT Aries Iron Mining yang akhirnya melakukan eksplorasi merusak lingkungan.

Atas perbuatannya tersebut, Supian dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. 

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Ibu Kota baru Negara Republik Indonesia yang baru nantinya dan selama ini menjadi misteri akhirnya terjawab dengan Presiden Jokowi mengumumkan lokasinya yang berada di Kalimantan Timur. Dikatakannya, lokasi tersebut telah dikaji dan dinilai paling ideal sebagai lokasi ibu kota baru....
  • HOT !
    Bukan hal asing para warga Korea Utara membelot atau kabur dari negaranya dan memasuki Korea Selatan. Mungkin banyak yang berpikir mereka melarikan diri karena tak tahan dengan peraturan negaranya, namun ternyata ada juga faktor lain....
  • HOT !
    Jumat dini hari tadi (23/8), Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta mengalami antrean panjang bagi penumpang yang hendak check in. Penyebabnya adalah adanya gangguan IT pada sistem check in....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : StrongBaby
Cast : -Amber Josephine Lu f(x) -Lee Seunghyun Bigbang -Lee Gikwang B2ST -Son Dongwoon B2ST -Lot Of Cameo

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)