SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Ratusan Mahasiswa Indonesia Jalani Kerja Paksa di Taiwan, Ini Faktanya

Jumat, 04 Januari 2019 12:25 by bellaevania | 1480 hits
Ratusan Mahasiswa Indonesia Jalani Kerja Paksa di Taiwan, Ini Faktanya
Image Source: Kompas

DREAMERS.ID - Seorang politisi Taiwan, Kuomintang Ko Chih-en, berhasil mengungkap fakta soal ratusan mahasiswa asal Indonesia yang mengalami kerja paksa di sebuah pabrik di Taiwan dengan berkedok program kuliah kerja magang.

Ratusan mahasiswa tersebut diketahui menjadi buruh pabrik yang bertugas mengemas lensa kontak dengan waktu kerja 10 jam. Sedangkan masa belajar dikelas yang didapat mahasiswa hanya dua hari dalam sepekan. Selama bekerja, mahasiswa asal Indonesia yang mayoritas beragama muslim itu pula diberi makanan yang mengandung babi.

Para mahasiswa yang menjalani program kerja magang tersebut mulai mengeluh ke pihak universitas. Namun pihak universitas hanya meminta para mahasiswa bersabar. Alasannya, jika mahasiswa tidak membantu perusahaan bekerja, perusahaan juga tidak akan membantu universitas.

Program kerja magang yang diperuntukkan bagi mahasiswa tahun pertama tersebut sebenarnya dilarang oleh Kementrian Pendidikan di Taiwan. Namun, universitas mencari celah dengan membuat para mahasiswa bekerja dalam grup agar tidak dicurigai pemerintah.

Baca juga: Begini Klarifikasi PPI Taiwan Soal Dugaan Mahasiswa Indonesia Alami Kerja Paksa

Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KNDEI) di Taipei pun telah berkoordinasi dengan aparat lokal. Menteri pendidikan Taiwan, Yao Leeh-ter, juga berjanji melakukan penyelidikan. Diketahui universitas yang mengirim mahasiswa kerja paksa ini telah dipanggil pemerintah pada tahun lalu dan diminta agar tidak melanggar hukum.

Proses perekrutan dan pengiriman mahasiswa kuliah kerja magang ke Taiwan saat ini dihentikan sementara. Meski dihentikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir, mengatakan mahasiswa yang menjalani kerja paksa bukan diberangkatkan melalui kerja sama Kemenristek Dikti dan Taiwan melainkan melalui calo atau agensi.

"Saat ini kami sedang menyelidiki kasus ini. Saya sudah berkomunikasi dari kemarin, namun dipastikan mereka berangkat sendiri melalui calo atau agensi," ujar Mohamad Nasir, seperti dikutip dari Kompas.

(bef)

  • HOT !
    Setelah uji coba MRT, kini ada perbincangan bahwa Moda Raya Terpadu (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) akan gratis bagi warga Jakarta. Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tarif 2 kendaraan umum tersebut tak mungkin gratis. Sebab menurutnya, Pemprov DKI Jakarta hanya memiliki dana terbatas dalam mengoperasikan MRT....
  • HOT !
    Berbagai hal menarik terjadi dalam debat cawapres malam tadi (17/3), di mana kedua calon wakil presiden 2019 saling beradu visi misi. Salah satu yang menarik untuk disorot adalah jumlah kata yang diucapkan oleh Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno....
  • HOT !
    Debat Pilpres Ketiga akhirnya berhasil digelar pada Minggu (17/03/19) di Hotel Sultan Senayan. Pada kesempatan itu Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno sebagai capres dihadapkan dengan pembahasan mengenai pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan sosial budaya. Selama debat yang berlangsung 2 jam itu, sejumlah janji dan pernyataan dilontarkan keduanya....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : amalamal
Cast : Kris, Sarah

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)