SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Dua Hakim PN Jaksel Ditangkap KPK Di Kamar Kos-kosan, Seperti Ini Penjelasan Kasusnya

Kamis, 29 November 2018 11:49 by reinasoebisono | 833 hits
Dua Hakim PN Jaksel Ditangkap KPK Di Kamar Kos-kosan, Seperti Ini Penjelasan Kasusnya
Image source: IDN Times

DREAMERS.ID - Setelah sehari sebelumnya diberitakan melakukan operasi tangkap tangan alias OTT di lembaga hukum, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 5 orang tersangka.

Di antaranya, melansir IDN Times, adalah pihak yang memang terkait pengadilan yaitu Iswayhu Widodo (Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Irwan (Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan) dan Muhammad Ramadhan (Panitera PN Jakarta Timur). Iswahyu merupakan hakim ketua dalam kasus perdata yang bergulir di PN Jakarta Selatan. 

Menurut Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, dua dari mereka yaitu Iswahyudi dan Irwan ditangkap di sebuah kamar kos-kosan pada Selasa (27/11) malam. Mereka menerima uang yang diberikan oleh seorang advokat bernama Arif Fitriawan dan pihak swasta bernama Martis P Silitonga.

Baca juga: Ada Dugaan Kepolisian Hapus Sidik Jari Pelaku Penyiraman Air Keras Novel Baswedan?

"Diduga sebelumnya majelis hakim telah menerima uang melalui MR (panitera pengganti) untuk mempengaruhi putusan sela agar tidak diputus N.O (gugatannya tidak diterima di putusan sela sehingga bisa langsung ke materi pokok perkara)," ujar Alex. 

Kasus itu disebut sudah sempat digelar di PN Makassar, Sulawesi Selatan, namun gagal. Karena itu lah kasusnya kemudian digelar di PN Jaksel. Awalnya, komitmen fee yang dijanjikan Arif kepada panitera pengganti yaitu Ramadhan adalah Rp 950 juta. Dari nomilal tersebut, uang yang diserahkan ke hakim adalah Rp 150 juta dan SGD47 ribu.

Atas perbuatannya itu, dua hakim yakni Iswayhu dan Irwan disangkakan dengan pasal 12 huruf c UU nomor 31 tahun 1999. Merujuk ke pasal itu, berisi hakim yang menerima hadiah atau janji dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.  Selain itu, ada pula pidana denda Rp200 juta hingga Rp1 miliar. Panitera PN Jaksel, Muhammad Ramadhan juga disangkakan dengan pasal yang sama. 

(rei)

  • HOT !
    Seperti yang diberitakan sebelumnya, Mahkamah Konstitusi atau MK akan membacakan putusan dari gugatan hasil Pilpres yang dilayangkan kubu paslon nomor urut 02, Prabowo Sandiaga pada 27 Juni besok. Namun Prabowo Subianto sebagai penggugat sempat ke Eropa dan belum ada kabar kapan akan pulang....
  • HOT !
    Mahkamah Konstitusi (MK) akan memberi keputusan soal sengketa Pilpres 2019 pada 27 Juni mendatang. Di tengah penantian pngumuman itu, muncul isu dari Partai Gerindra dan Prabowo Subianto dimungkinkan merapat ke pihak Joko Widodo....
  • HOT !
    Puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke 492 Ibu Kota DKI Jakarta pada 22 Juni 2019. Demi memperlancar akses dan lalu lintas sekitar, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI telah menyiapkan tiga kantong parkir....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : ayurini59
Cast : Kang Minhyuk & Krystal Jung

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)