home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Susul Kasus Mutilasi Khashoggi, Orang Dekat Pangeran Saudi Pernah Bahas Rencana Pembunuhan Jenderal Iran?

Selasa, 13 November 2018 15:40 by reinasoebisono | 4065 hits
Susul Kasus Mutilasi Khashoggi, Orang Dekat Pangeran Saudi Pernah Bahas Rencana Pembunuhan Jenderal Iran?
Image source: Detik

DREAMERS.ID - Sementara masih sibuk dengan pengungkapan kasus pembunuhan misterius jurnalis senior Arab Saudi, Jamal Khashoggi, kini media lokal Turki mengutip jika sejumlah pejabat intelijen Arab Saudi yang notabene dekat dengan sang putra mahkota pernah membahas rencana pembunuhan musuh-musuh dari Iran.

Pembahasan ini disebut dilakukan tahun lalu, sebelum pembunuhan Khashoggi dilansir dari laman Detik. Hurriyet Daily News mengatakan informasi tersebut dilaporkan media ternama Amerika Serikat New York Times yang mengutip sejumlah sumber anonim dalam sebuah laporan.

Para pejabat intelijen Saudi yang dekat dengan Pangeran Mohammed bin Salman pernah bertanya pada sekelompok kecil pengusaha berlatar belakang inlijen pada tahun lalu, soal menggunakan jasa perusahaan swasta untuk membunuh musuh-musuh Saudi dari Iran.

Dituturkan tiga sumber yang memahami pembahasan tersebut, pertanyaan-pertanyaan itu dilontarkan intelijen Saudi pada saat MBS tengah mengonsolidasikan kekuasaan dan mengarahkan para penasihatnya untuk memperluas operasi militer dan intelijen di luar wilayah Saudi. 

Baca juga: Akrab di WhatsApp, Ponsel Jeff Bezos Diduga Diretas Putra Mahkota Arab Saudi

Pembahasan itu juga disebutkan dilakukan antara pejabat intelijen Saudi dan para pengusaha di Riyadh pada Mare 2017. Artinya, pembahasan dilakukan lebih dari setahun sebelum Khashoggi tewas dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu.

Tim intelijen Saudi dengan beberapa orang yang disebut terkait dengan Pangeran Mohammed bin Salman diduga kuat berada di balik pembunuhan Khashoggi pula. Nama Mayor Jenderal Ahmed Al-Assiri yang kini telah dipecat dan disebut terkait dalam pembunuhan Khashoggi juga diketahui hadir dalam pertemuan Maret 2017.

NYT menyebutkan dalam laporannya jika pembahasan intelijen Saudi soal menyewa jasa pembunuh bayaran untuk musuh Iran itu mengindikasikan jika pejabat Saudi telah mempertimbangkan pembunuhan sejak awal takhta Pangeran Mohammed.

Karena perlu diketahui, di periode waktu terjadinya pertemuan itu, Pangeran Mohammed masih berstatus sebagai wakil putra mahkota sebelum akhirnya Raja Salman mencopot Pangeran Mohammed bin Nayef al-Saud dari seluruh posisinya termasuk posisi Putra Mahkota Saudi.

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Program belajar Bahasa Korea bersama BTS bertajuk ‘Learn! KOREAN with BTS’ yang awalnya ditayangkan melalui platform Weverse akan dikembangkan dan menjadi mata kuliah di beberapa universitas di dunia....
  • HOT !
    Gilang, fetish kain jarik akhirnya berhasil ditangkap pihak kepolisian. Gilang ditangkap saat berada di kampung halamannya, Kapuas, Kalimantan Tengah pada Kamis (6/8/2020)....
  • HOT !
    Nama seorang Youtuber, Turah Parthayana mendadak menjadi sorotan. Ia dituding melakukan pelecehan seksual kepada teman perempuannya berinisial J. Kasus yang terjadi pada 2019 ini diangkat lewat utasan di Twitter....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : indeenski
Cast : Baekhyun, Chanyeol, Irene

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)