SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Simak Kisah Heroisme 3 Tentara Jepang yang Bantu Indonesia Usir Belanda

Jumat, 10 November 2017 17:10 by RanaHanin | 1240 hits
Simak Kisah Heroisme 3 Tentara Jepang yang Bantu Indonesia Usir Belanda
image source: kompas.com

DREAMERS.ID - Taman Makam Pahlawan Garut di Kampung Tenjolaya Kelurahan Jayawaras Kecamatan Tarogong Kidul, bukan hanya menjadi tempat istirahat terakhir pejuang Indonesia. Ternyata Taman Makam Pahlawan Garut menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi tiga tentara Jepang yang satu di antaranya berdarah Korea.

Ketiga pejuang tersebut dimakamkan di tempat itu karena ikut berjuang bersama rakyat Indonesia menghalau tentara Belanda pada agresi militer Belanda kedua tahun 1948. Mereka adalah Yang Chil Seong yang masih berdarah Korea yang dalam nama Jepang disebut Tanagawa, Aoki, serta Hasegawa.


image source: KBS wolrd radio

Mengutip Kompas, Iman Sukirman, penjaga Taman Makam Pahlawan Tenjolaya mengungkapkan, Yang Chil Seong merupakan seorang prajurit yang ahli dalam membuat bom. Sementara, Aoki dan Hasegawa merupakan ahli strategi perang.

Bahkan, selain bergabung berjuang bersama rakyat Indonesia, ketiganya juga menyatakan masuk Agama Islam dan mengganti nama mereka. Tanagawa menjadi Komarudin, sementara Aoki menjadi Abu Bakar, dan Hasegawa menjadi Usman yang diambil dari nama sahabat Nabi Muhammad SAW.

Ketiga tentara Jepang tersebut, bergabung dengan pasukan yang diberi nama Pasukan Pangeran Papak yang bermarkas di Kecamatan Wanaraja. Bersama pasukan Pangeran Papak, ketiganya berhasil menghalangi tentara Belanda masuk ke Garut saat agresi militer Belanda yang kedua.

Iman menceritakan kepada Kompas, bahwa ketiganya dipindahkan ke TMP Tenjolaya setelah sebelumnya dikebumikan di Pasir Pogor sejak tahun 1982. Tanagawa, dengan keahliannya membuat bom, berhasil menghancurkan jembatan PTG yang saat ini dikenal dengan jembatan Kerkhof yang ada di jalan Perintis Kemerdekaan.

Strategi menghancurkan jembatan merupakan strategi dari Aoki dan Hasegawa dan dilaksanakan oleh Tanagawa. Kemudian ketiganya meninggal di tangan prajurit Belanda setelah mereka tertangkap bersama dua prajurit Indonesia di kawasan Gunung Dora Kecamatan Sucinaraja yang berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya. 

Baca juga: Gagah, Joo Won Hingga Ji Chang Wook Pimpin Publik Nyanyikan Lagu Kebangsaan di Hari Pahlawan Korsel

Setelah ditangkap, ketiganya lantas dieksekusi mati oleh tentara Belanda di lapangan Kerkhof yang saat ini jadi Sarana Olahraga (SOR) Merdeka, Kerkhof. Sementara, dua tentara lainnya yang dari Indonesia, dibawa ke Bandung oleh tentara Belanda.

"Komarudin, saat dieksekusi mati, usianya sekitar 30 tahun. Saat dieksekusi, mereka menggunakan baju kemeja putih dengan sarung merah, eksekusinya di hadapan masyarakat," katanya.

Iman juga menuturkan bahwa hampir setiap tahun keluarga Komarudin dari Korea datang ke Taman Makam Pahlawan Tenjolaya untuk berziarah. Pada Bulan Juni lalu, ada rombongan pelajar dari Korea yang berziarah. Selain itu, stasiun televisi Korea pun sempat melakukan liputan dan datang ke Taman Makam Pahlawan Tenjolaya.


image source: kompas

Kisah Komarudin alias Tanagawa alias Yang Chil Seong telah dibukukan seorang profesor dari Jepang. Peofesor tersebut melakukan riset sejak 2003 hingga 2012 setelah sebelumnya pada tahun 2003 perwakilan dari Korea dan Jepang berkunjung ke Taman Makam Pahlawan Tenjolaya. Batu nisan di makam Komarudin juga telah diganti menggunakan marmer oleh pemerintah Korea Selatan. 

Kepala Staf Kodim 0611 Garut, Mayor Infanteri Aat Supriatna membenarkan tiga makam berjajar di taman makam pahlawan Tenjolaya adalah tiga orang prajurit Jepang yang akhirnya membantu berjuang melawan Belanda hingga tewas.

Beliau juga mengungkapkan sebuah perkataan menyentuh, "Jika sosok Yang Chil Seong saja bisa sangat mencintai Indonesia hingga berani berjuang, kenapa kita sebagai orang Indonesia tidak mencintai tanah kelahiran sendiri.”

(rmh/source: kompas)

Komentar
  • HOT !
    Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pekanbaru telah menimbulkan dampak yang sangat memprihatinkan. Bahkan, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Regional Sumatera telah mengeluarkan pernyataan bahwa kualitas udara di Pekanbaru sudah menyentuh level berbahaya....
  • HOT !
    Sejarah kerap kali menerangkan suatu perjalanan kehidupan atau pun pelajaran untuk masa selanjutnya. Dari sejarah pula kita bisa memetik banyak pelajaran atau kisah kisah kehirupan sebelumnya yang tak jarang datang dari beberapa hal tak biasa....
  • HOT !
    Membuat geger, aliran sungai Bengawan Solo yang lebih tepatnya melintasi Kecamatan Cepu, Blora kondisinya disebut memprihatinkan. Karena warnanya berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau busuk....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : arsyaden
Cast : Arsy, Vian, Lee Dong Wook, dkk

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)