DREAMERS.ID - Berdiri dalam waktu yang cukup lama tentunya membuat kita lelah. Apalagi buat kamu yang naik kereta Bogor di jam pulang kantor. Terpaksa harus lelah berdiri sekitar 1-2 jam karena sangat susah mendapatkan tempat duduk. Namun, apa yang kamu rasakan mungkin tidak sebanding dengan bapak berusia 54 tahun ini.
Abdul Aziz memiliki pekerjaan yang tak biasa. Dia sudah bekerja sebagai 'patung' yang hidup selama 32 tahun. Hebatnya, Aziz bisa berdiri sempurna selama 6 jam dalam sehari tanpa bergerak. Banyak orang yang mencoba untuk membuatnya bergerak dengan cerita lelucon atau dengan wajah yang konyol. Namun, tak ada seorang pun yang pernah berhasil.
Aziz memulai karirnya sebagai ‘patung’ sejak tahun 1985. Sebelumnya, dia bekerja sebagai penjaga keamanan di VGP Golden Beach Resort di Chennai, India. Namun, saat itu bos yang membawahi Aziz pergi ke Inggris dan takjub melihat Royal Guard di istana Buckingham. Sang bos ingin menerapkannya juga ketika ia kembali ke India. Akhirnya, Aziz yang awalnya bekerja sebagai penjaga keamanan beralih profesi menjadi patung hidup.
“Awalnya aku tidak suka ide itu, tetapi aku tidak punya keberanian untuk berkata tidak kepada bos karna aku tidak mau tanpa pekerjaan,” ujar Aziz, seperti dilansir Friday Magazine, Jumat (14/7).
Baca juga: Bicara ‘Ngawur’ Preskon Joe Biden Sampai Dihentikan Staf
Demi menjaga kesehatan tubuhnya, Aziz bergerak sebanyak mungkin ketika dia memiliki waktu luang. Selain itu, dia juga hanya mengkonsumsi makanan sehat di rumah. Yoga juga ia lakukan untuk melatih fisik dan ini menjadi kunci bagaimana ia bisa terus fokus saat menjadi ‘patung’.Namun, bagaimana dengan gaji yang diterimanya? Dalam satu bulan Aziz hanya menerima 10.000 rupee atau sekitar 2 juta rupiah. Memang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, ia tak menginginkan anaknya untuk mengikuti jejaknya. Hal ini sebabkan karena pekerjaan ini sangat berat dan membuat stres.
Bapak berumur 54 tahun ini berpikir untuk segera pensiun. Dia sudah mulai melatih seseorang untuk menggantikan posisinya. Dari 5 kandidat, hanya ada satu orang yang terbukti bisa melakukan pekerjaan tersebut dengan baik.
(san)