SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Disebut Aset Pariwisata, Kehadiran Pedagang Kaki Lima Justru Rusak Citra Myeongdong?

Jumat, 22 April 2016 14:13 by zia92 | 1859 hits
Disebut Aset Pariwisata, Kehadiran Pedagang Kaki Lima Justru Rusak Citra Myeongdong?
Image source: koreatimes.

DREAMERS.ID - Kehadiran jajanan kaki lima di jalan-jalan Kota Seoul, Korea Selatan sudah menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi Negeri Ginseng tersebut. Tapi sayangnya, kehadiran pedagang kaki lima tak membuat beberapa pihak merasa senang, misalnya pemilik restoran.

Seperti dilaporkan laman Korea Times, saat ini banyak wisatawan yang perilaku konsumsi makanannya berubah. Khususnya yang terlihat di daerah Myeongdong, salah satu distrik belanja dan tempat wajib dikunjungi di pusat Seoul.

Di sepanjang jalan utama Meyeongdong mulai dari bangunan Noon Square hingga Myeongdong Cathedral serta beberapa sisi jalan sekarang penuh dengan pedangang kaki lima. Barang yang dijual pun beragam namun kebanyakan makanan seperti bungeoppang, jjajangmyeon, ikan kering, sate, sosis, kepiting dan cumi goreng, jus delima, sampai ubi rebus.

Harga yang ditawarkan para pedagang kaki lima tentu lebih murah jika dibandingkan dengan restoran, yaitu kisaran 1.000 sampai 1.500 won atau sekitar 11.000 rupiah sampai 17.000 rupiah saja.

Hal ini tentu membuat pemilik restoran di sekitar resah. Choi Shin-nyeo, salah satu pemilik restoran daging Korea yang sudah berdiri selama enam tahun mengaku sangat terpukul karena kehilangan pelanggan gara-gara pedagang kaki lima.

Baca juga: Rombak Kawasan Kota Tua Seperti Monas, Ahok Siap Gusur Habis Pedagang Kaki Lima?

Choi dan 400 restoran lainnya yang berada di distrik tersebut meyakini kalau kerugian yang mereka alami disebabkan meningkatnya jumlah pedagang kaki lima. “Misalnya, jika ada empat turis datang ke restoran, mereka membawa makanan dari luar (yang dibeli di PKL) dan hanya memesan untuk dua porsi. Mereka bilang akan makan di sini,” ungkap seorang pelayan restoran.

Para pemilik restoran mendesak pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Apalagi restoran harus membayar pajak setiap bulannya sedangkan pedagang kaki lima tidak. “Myeongdong selalu punya orang-orang seperti ini, yang hidup dari warung pinggir jalan,” kata pihak pemerintah setempat, Park Sang-won. “Selain itu, para PKL juga aset penting bagi pariwisata di Myeongdong,” lanjutnya.

Choi menambahkan kalau kehadiran PKL merusak citra Myeongdong. “PKL ini merusak citra Myeongdong, yang telah lama menjadi simbol belanja kelas atas di Seoul. Jalanan jadi kotor, dan bau makanan masuk ke toko-toko.”

(fzh)

Komentar
  • HOT !
    Berbagai peristiwa datang silih berganti. Banyak kabar mengejutkan sekaligus membahagiakan yang mengisi hari hari di minggu kedua bulan Desember tahun 2017 ini. Mulai dari ranah berita lokal internasional hingga seleb Korea....
  • HOT !
    Artis Dewi Persik dipertemukan dengan anggota polisi yang disebutnya mengawal ketika berusaha menerobos jalur busway yang viral di pemberitaan dan media sosial. Namun ada perbedaan pendapat dan hal ini disebutkan oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra....
  • HOT !
    Komisi Komunikasi Korea Selatan pada hari Rabu mengumumkan adanya serangkaian kebijakan baru untuk mengekang membludak nya konten tak pantas di situs microblogging milik Amerika, Tumblr. Negeri Gingseng itu akan memastikan penerapannya dapat diterapkan ke perusahan Korea dan asing yang berbasis internet....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : natadecocoo
Cast : Xi Luhan, Yoo Jihye (you), Kim Taehyung, Kim Yura,Hong Jonghyun

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)