SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Filipina Tolak Bantuan Indonesia, Nasib WNI Sandera Pembajakan Kapal Belum Jelas

Kamis, 31 Maret 2016 11:00 by reinasoebisono | 2032 hits
Filipina Tolak Bantuan Indonesia, Nasib WNI Sandera Pembajakan Kapal Belum Jelas
Image source: BBC

DREAMERS.ID - Nasib Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang jadi korban pembajakan kelompok ekstrimis perairan Filipina masih belum dapat dipastikan. Sebanyak 10 WNI yang menjadi kru kapal tunda Brahma 12 dan tongkang Anand 12 jadi korban pembajakan kapal laut.

Para ABK tersebut berada di kapal yang memiliki tujuan berlayar dari Kalimantan Selatan ke Filipina, namun dirompak oleh kelompok separatis pimpinan Abu Sayyaf di perairan Tawi-Tawi, Filipina Selatan.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo siap bertindak karena sudah mengetahui lokasi sandera yang disembunyikan. Ia mengakui telah berkoordinasi dengan militer Filipina dan mengantongi beberapa informasi.


Kelompok yang menamakan diri Abu Sayyaf sering menyandera turis dan warga asing (Liputan6)

Sayangnya, angkatan bersenjata Filipina meyakini operasi pembebasan sandera asal Indonesia itu mengklaim masih bisa mereka tangani sendiri. Karena itu, tawaran bantuan pasukan tempur dari Indonesia di Tarakan dan Bitung ditolak secara halus.

Baca juga: Motif Pembajakan EgyptAir Tak Terkait Terorisme Melainkan Masalah Pribadi

“Berdasarkan kosntitusi, negara kami tidak mengizinkan adanya pasukan asing tanpa perjanjian khusus,” ungkap jubir Tentara Filipina AFP, Brigjen Restituto Padilla melansir Merdeka.

Walaupun nasib para sandera itu belum jelas, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan memang sewajarnya Indonesia tidak mencampuri yuridiksi negara sahabat seperti Filipina, kecuali mereka meminta bantuan.

Sementara itu, kelompok dalang pembajakan, Abu Sayyaf meminta 50 Juta Peso Filipina atau setara dengan Rp 15 Miliar untuk pembebasan seluruh sandera. Proses negosiasi masih dilakukan karena pasukan pengamanan berpacu dengan waktu, para pelaku hanya memberikan tenggat waktu hingga 8 April untuk penebusan, tidak sampai 10 hari ke depan, tulis BBC.

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Menjelang akhir pidatonya tentang pengumuman Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada hari Rabu lalu, ada yang aneh dari cara berbicara Donald Trump. Trump kesulitan melafalkan kata kata secara jelas mirip gejala kelu lidah....
  • HOT !
    Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah resmi menjadi Panglima TNI usai Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyerahkan jabatan Panglima TNI dalam upacara serah terima jabatan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (9/12)....
  • HOT !
    Secara mengejutkan, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan memberi pernyataan jika keputusan Amerika menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sudah melalui konsultasi dengan Indonesia. Tak butuh waktu lama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi langsung bereaksi, begitu juga dengan Presiden Jokowi. ...

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : natadecocoo
Cast : Xi Luhan, Yoo Jihye (you), Kim Taehyung, Kim Yura,Hong Jonghyun

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)