SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Netizen Anggap Sensor Berlebihan, Stasiun TV Ngaku Takut Ditegur KPI

Selasa, 08 Maret 2016 10:00 by zia92 | 2549 hits
Netizen Anggap Sensor Berlebihan, Stasiun TV Ngaku Takut Ditegur KPI
Image source: MNC

DREAMERS.ID - Dalam beberapa minggu terakhir, proses pemburaman atau sensor bagian-bagian tertentu pada sebuah tayangan televisi telah menuai komentar masyarakat khususnya di media sosial. Hal ini di awali saat penayangan Putri Indonesia beberapa waktu lalu yang memburamkan beberapa bagian tubuh para pesertanya yang mengenakan kebaya.

Meski netizen menganggap hal tersebut berlebihan, namun pihak televisi yang menayangkan yaitu Indosiar memiliki alasan tersendiri mengapa mereka melakukan sensor. Indosiar mengaku takut ditegur Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) jika membiarkan bagian-bagian yang seharusnya tidak ditampilkan namun ditayangkan.

"Blur ini yang rame di media, artinya kita tidak saling menyalahkan karena berpedoman pada P3SPS. Kita blur karena takut ditegur KPI. Memang ke depan harusnya ada pemahaman konkret terkait blur itu seperti apa?" kata Direktur Utama PT Indosiar Visual Mandiri Imam Sudjarwo, Senin (7/3), mengutip laman Merdeka.

Tak hanya Indosiar, stasiun TV lainnya, seperti MNC juga sempat melakukan pemburaman pada tayangan yang disiarkan, yaitu program kartun Doraemon. MNC mem-blur tubuh karakter Sizuka yang saat itu sedang mengenakan bikini.

Baca juga: Netizen Kesal Baju Renang Atlet PON Di-Blur, Ini Tanggapan KPI

"Kalau kita bicara pengalaman, kami pernah dapat teguran, ada satu animasi, mohon maaf sebelumnya, berciuman, memakai bikini, sehingga saking takutnya bagian program kami begitu kerasnya teguran-teguran ini. Doraemon pun yang pakai bikini terpaksa diblur, jadi memang kami di sini mohon bantuan dari KPI mungkin lebih jelas saja mana-mana yang perlu diblur," kata Direktur MNC Group yang juga Wakil Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Syafril Nasution.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan kalau KPI sudah memiliki peraturan terkait pemburaman. Namun belum ada sinkronisasi pemahaman antara industri televisi dengan KPI.

"Tinggal implementasinya saja yang orang masih belum jelas betul bagian mana, dalam konteks apa diblur. Tolak ukur Blur di KPI. Cuma mungkin dalam penerapannya TV-TV merasa belum jelas. Kalau itu kan bisa didiskusikan antara KPI dengan industrinya," pungkasnya.

(fzh)

Komentar
  • HOT !
    Dilansir dari KBS News, jumlah kasus virus corona di Korea Selatan terus bertambah. Hari ini Kamis (27/02) terdapat 334 kasus baru, karena hal ini, total kasus virus corona di Korea Selatan telah mencapai 1.595 kasus....
  • HOT !
    Sebelumya Korea Selatan telah mengumumkan bahwa telah terdapat 1.146 kasus virus corona, yang terus meningkat sejak hari Minggu (23/02). Hingga saat ini sudah terdapat 12 orang meninggal akibat virus corona di Korea Selatan....
  • HOT !
    Pada Senin (24/02), Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menjelaskan, bahwa saat ini terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang dirawat di Jepang karena positif terkena virus corona. Setelah sebelumnya, dikabarkan terdapat 4 orang dari Kapal Diamond Princess yang positif terjangkit virus....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : KaptenJe
Cast : Jill, Sehun, Ibu dan Mama.

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)