SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Pasca Hukum Mati Ulama Syiah, Arab Saudi dan Iran Putuskan Hubungan Diplomatik

Senin, 04 Januari 2016 11:04 by ningcil | 1343 hits
Pasca Hukum Mati Ulama Syiah, Arab Saudi dan Iran Putuskan Hubungan Diplomatik
Image source: dreamers.id

DREAMERS.ID - Ketegangan antara kedua negara semakin memanas pasca Arab Saudi mengeksekusi mati ulama Syiah asal Iran akhir pekan lalu. Setelah penyerbuan kedutaan besarnya di Teheran, pihak Arab Saudi pun kini memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Serangan di kedubes Arab Saudi di Teheran pada Minggu (03/01) ini berawal dari aksi unjuk rasa warga Iran terkait eksekusi ulama Syiah, Syeikh Nimr al-Nimr, salah satu aktivis yang menyuarakan kesetaraan hal warga Syiah yang merupakan minoritas di Saudi.

Namun aksi unjuk rasa tersebut berujung ricuh ketika warga mencoba masuk ke gedung kedutaan dan membuat kebarakan. Namun polisi berhasil membubarkan massa dan kebakaran pun berhasil dipadamkan.

Seperti pernyataan yang diucapkan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir dalam jumpa pers di Riyadh, bahwa perwakilan dari Iran telah diminta untuk meninggalkan Arab Saudi dalam waktu 48 jam.

“Kerajaan (Saudi), mengingat realitas ini, mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran, dan meminta delegasi misi diplomatik (Iran) dari kedutaan, konsulat dan kantor yang terkait untuk pergi dalam waktu 48 jam. Duta besar (Iran) telah dipanggil untuk memberitahu mereka,” papar Jibeir dikutip CNN.

Baca juga: Di Bawah Kendali Putra Mahkota, Arab Saudi Izinkan Bioskop Beroperasi Setelah 35 Tahun

Menanggapi hal tersebut, pihak Iran melalui Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian mengatakan bahwa meskipun Arab Saudi telah memutuskan hubungan diplomatik, namun negaranya tak bisa menutupi kesalahan besar dengan mengeksekusi Sheikh Nimr.

Sheikh Nimr merupakan sekte aktivis muda yang memperjuangkan kesetaraan Syiah dengan Sunni. Nimr dianggap sebagai teroris oleh Riyad namun dipuji Iran sebagai pemerhati hak-hak kelompok Syiah yang merupakan kaum minoritas dan terpinggirkan di Saudi.

Bersama tiga warga Syiah lainnya dan 43 anggota al-Qaidah, Nimr dihukum mati pada Sabtu (02/01). Ini merupakan eksekusi mati massa terbesar yang pernah dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi selama beberapa tahun terakhir.

(ncl)

Komentar
  • HOT !
    Belum sampai 5 tahun, Gedung DPRD DKI memang sudah mengalami kerusakan beberapa kali. Baru baru ini, gedung senilai 500 miliar ini disebut sebut kembali mengalami kerusakan yang bisa membahayakan para pejalan kaki. Hingga sejak Rabu (13/12), akses pejalan kaki menuju gedung Balai Kota DKI Jakarta melalui DPRD DKI dialihkan....
  • HOT !
    Masyarakat Indonesia seperti punya budaya ‘menonton’ saat terjadi kecelakaan yang tak jarang justru membuat macet lalu lintas ketimbang kecelakaan itu sendiri. Mirisnya, warga tersebut memang menonton atau berhenti sejenak bahkan mengabadikannya dalam foto dan video, bukan menolong korban....
  • HOT !
    Meski praperadilan gugur dan resmi jadi terdakwa, kubu Setya Novanto mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas surat dakwaan yang dibicarakan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. Kuasa Hukum Setnov beralasan ada sejumlah fakta yang tidak dimuat dalam surat dakwaan tersebut....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Kristiana
Cast : Park Chanyeol (EXO), Sandara Park (2NE1), Xiumin (EXO), Minzy (2NE1), Sehun (EXO), Lee Hi

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)