SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Dilanda Gelombang Panas, Muslim Pakistan Diimbau Agar Tak Berpuasa

Jumat, 26 Juni 2015 17:31 by zia92 | 1641 hits
Dilanda Gelombang Panas, Muslim Pakistan Diimbau Agar Tak Berpuasa
Image source: Reuters

DREAMERSRADIO.COM - Gelombang panas yang tengah melanda Pakistan memang sudah mereda namun korban terus berjatuhan. Hal ini membuat para ulama mengimbau agar umat Muslim di negara itu khususnya di Karachi untuk tidak berpuasa.

“Kami (ulama) telah menekankan di berbagai acara televisi bahwa bagi mereka yang berisiko, terutama di Karachi, untuk tidak berpuasa,” kata Tahir Ashrafi, salah satu ulama terkemuka di Pakistan, dikutip ABC News.

Menurut mereka, berada di cuaca dengan panas yang ekstrim menjadi salah satu alasan mengapa agama memperbolehkan umatnya untuk tidak berpuasa, walaupun di bulan suci Ramadhan. Dan mereka bisa menggantinya di lain hari.

"Islam menetapkan syarat puasa, bahkan disebutkan dalam Al-Quran bahwa orang sakit dan dalam perjalanan yang tidak sanggup berpuasa bisa menangguhkannya dan orang yang lemah atau tua atau berpotensi sakit, bahkan meninggal, karena berpuasa, boleh untuk tidak melakukannya," lanjut Ashrafi.


Image source: reuters

Suhu yang mecapai 45 derajat Celcius pada Sabtu (20/6) lalu membuat imbauan ini muncul. Ditambah rumah sakit yang semakin dipadati oleh pasien yang terkena sengatan panas. Setidaknya gelombang panas di Pakistan ini telah menewaskan 780 orang di kota berpenduduk 20 juta orang itu.

Baca juga: 'Lucifer', Fenomena Gelombang Panas Terparah di Eropa hingga 44 Derajat Celsius

Post Graduate Medical Collage Hospital adalah rumah sakit terbesar di Karachi, dan mereka merawat lebih dari 3000 orang. Sementara kamar mayat mulai dipenuhi jenasah.

Imbauan dari para ulama di Pakistan untuk tidak berpuasa ini pun mendapat tanggapan yang beragam. “Ini adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup,” kata Subah Sadiq, seorang penjual buah dan ayah tiga orang anak.

Sadiq memutuskan berbuka puasa karena menganggap mustahil tetap berjualan di luar ruangan tanpa minum air.

Sementara warga lainnya memutuskan tetap berpuasa di tengah terik. "Selama masih bernyawa, dan punya tekad yang kuat, saya akan tetap puasa," kata Shamim ur-Rehman, seorang petugas keamanan berusia 34 tahun.

(fzh/cnnindonesia)

Komentar
  • HOT !
    Penundaan pertemuan bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebabkan sejumlah perwakilan organisasi masyarakat (ormas) dan kelembagaan masyarakat merasa kecewa. Mereka pun meluapkan emosinya di Balai Kota, sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (12/12)....
  • HOT !
    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bidang Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Fadli Zon ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR setelah Setya Novanto resmi mundur dari jabatan tersebut....
  • HOT !
    Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto turut mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait perkataannya mengenai pemindahan Ibu Kota Israel ke Yerusalem....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Hanzelnut
Cast : Luhan, Kris, Kai and Sehun of EXO | Hoya of Infinite | Kim Hana, Kang Soyul (OC)

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)