SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Polusi Udara Sumbang 60 Persen Penyakit di Jakarta

Kamis, 21 Mei 2015 17:00 by zia92 | 1754 hits
Polusi Udara Sumbang 60 Persen Penyakit di Jakarta
Image source: majalahouch

DREAMERSRADIO.COM - Masalah kebersihan udara di kota besar sudah menjadi perhatian di banyak negara, tak terkecual di Indonesia. dan disadari atau tidak, polusi udara ini memberikan peran yang cukup besar terhadap kesehatan tubuh.

Menurut penelitian dari Universitas Indonesia, hampir 60% pasien di rumah sakit Jakarta menderita penyakit yang disebabkan oleh polusi udara. Dari keseluruhan pasien di rumah sakit Jakarta, sekitar 1,2 juta atau 12,6 persen di antaranya memiliki keluhan asma atau bronkitis.

"Sementara posisi tertinggi ditempati oleh ARI atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yaitu 2,4 juta kasus atau memakan porsi 25,5 persen," ujar peneliti perubahan iklim dan kesehatan lingkungan dari Universitas Indonesia, Budi Haryanto, dalam jumpa pers di Belly Clan, Jakarta, Kamis (21/5).

Di Jakarta sendiri, penyakit pernapasan yang diidap warga kebanyakan diakibatkan polusi kendaraan bermotor. Bahkan, walaupun mengendarai mobil ber-AC, potensi menghirup debu tetap banyak. Hal ini dikarenakan di Jakarta ada banyak partikel debu yang sangat kecil, yaitu hingga 2 mikron. "Debu ini bisa dengan mudah masuk ke celah mobil dan mudah juga masuk ke saluran pernapasan," kata Budi.

Menurut data pemerintah, daerah Jakarta Utara merupakan daerah yang polusinya paling tinggi, bertolak belakang dengan Jakarta Selatan. Dan hal ini pun ditunjukkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan Budi.

Baca juga: Laporan Terkini Greenpeace, Udara Jabodetabek Masuk Kategori Berbahaya

Budi mengambil sampel dari masing-masing 196 siswa dari 14 sekolah dai Jakarta Utara dan Jakarta Selatan. Tim peneliti meminta guru untuk mencatat setiap anak yang mengeluh batuk atau pilek. Hasil penelitian menunjukkan, keluhan hidung tersumbat dan batuk pilek di daerah tinggi polusi terjadi 3-4 hari sekali. Di Jakarta Selatan hanya berbeda sehari, yaitu 4-5 hari.

"Ini menunjukkan bahwa hubungan penyakit polusi dan daerah tidak signifikan. Semua daerah sama saja potensinya. Sekarang semua daerah tinggi polusi," kata Budi memaparkan.

Guna mencegah meningkatnya penyakit gangguan pernapasan akibat polusi, Budi mengajak masyarakat untuk sadar diri menggunakan masker terutama saat dalam perjalanan.

(fzh/cnn indonesia)

Komentar
  • HOT !
    Di era digital saat ini siapa pun bisa berpotensi menjadi terkenal dan kaya tanpa harus tampil di televisi. Hal itu dibuktikan oleh seorang bocah bernama Ryan, meski usianya masih 6 tahun namun ia mampu meraup penghasilan hingga USD 11 juta atau sekitar Rp 150 miliar karena YouTube. Lalu apa yang ia lakukan?...
  • HOT !
    Banjir, permasalahan dan solusinya sudah melekat pada DKI Jakarta, terutama pada masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat. Beberapa program pun dilakukan keduanya untuk mengatasi banjir, mulai dari alat seperti pompa, hingga personil seperti pasukan oranye....
  • HOT !
    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bidang Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Fadli Zon ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR setelah Setya Novanto resmi mundur dari jabatan tersebut....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Kristiana
Cast : Park Chanyeol (EXO), Sandara Park (2NE1), Xiumin (EXO), Minzy (2NE1), Sehun (EXO), Lee Hi

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)