SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Minoritas Paling Teraniaya Di Dunia, Kuburan Massal Muslim Rohingya Ditemukan

Minggu, 03 Mei 2015 08:00 by reinasoebisono | 2784 hits
Minoritas Paling Teraniaya Di Dunia, Kuburan Massal Muslim Rohingya Ditemukan
Image source: asiancorres

DREAMERSRADIO.COM - Seorang WN Malaysia secara kebetulan menemukan kuburan massal Muslim Rohingya korban perdagangan manusia di Distrik Sadao, Propinsi Songkhla, selatan Thailand.

Kantor berita Anadolu memberitakan kuburan massal berisi 32 mayat, dan terletak tidak jauh dari perbatasan Malaysia-Thailand. Kolonel Polisi Wirasan Tampian, dari Distrik Sadao, mengatakan polisi patroli perbatasan dan petugas penyelamat menggali kuburan dan memindahkan seluruh mayat untuk identifikasi.

"Ketika tim gabungan tiba, mereka menemukan satu Muslim Rohingya sekarat di lokasi itu," ujar Wirasan.

Polisi menyisir kawasan sekitar dengan harapan menemukan kuburan massal Muslim Rohingya lain. Sedangkan tim forensik masih terus bekerja untuk menemukan bukti penyebab kematian.

Bangkok Post, mengutip sejumlah sumber, memberitakan Muslim Rohingya itu tampaknya mati kelaparan atau terkena penyakit akibat sekian lama menunggu orang yang bersedia membelinya dan menyelundupkan ke Malaysia. Jaringan perdagangan manusia Thailand diduga bertangung jawab atas semua ini.

Baca juga: Bingung Cari Makanan Halal Saat ke Korea Selatan? Restoran Daging Bebek Ini Bisa Jadi Rekomendasinya

Selama menunggu nasib baik dari warga Malaysia, mereka diduga tidak diberi makan. Muslim Rohingya adalah minoritas paling tertindas di dunia. Mereka lari dari Myanmar dengan kapal reot, dengan mambayar mahal. Banyak dari mereka tewas di laut, dan yang beruntung terdampar di negara-negara Asia Tenggara.


Tim SAR mengangkut jenazah muslim Rohingya dari camp perdagangan manusia (Hrw.org)

Jaringan perdagangan manusia menampung mereka di perbatasan Thailand-Malaysia, dengan harapan ada yang menyelundupkan ke negeri jiran. Para gangster memaksa mereka bekerja di dalam hutan, sampai keluaga mereka kembali dengan uang tebusan.

Jenderal Polisi Aek Angsananont mengatakan penampungan sementara, dengan kantin dan kamar tidur, terletak hanya 300 meter di utara negara bagian Perlis, Malaysia. "Lokasi ini membantu pedagang manusia mengangkut migran, dan sulit bagi petugas menangkap mereka," ujar Angsananont.

Philip Robertson, wakil direktur Human Rights Watch di Asia, mengatakan tidak terkejut dengan penemuan kuburan massal itu.

"Masalahnya adalah apa yang pemerintah Thailand lakukan selama ini," ujarnya. "Mereka menutup mata terhadap perdagangan manusia yang dilakukan warganya." Ia berharap temuan ini menyadarkan semua pihak betapa keji tindakan pedagang manusia, dengan korbannya adalah minoritas paling teraniaya di muka bumi. 

Source:
  • HOT !
    Perilaku mudik atau pulang kampung di Indonesia adalah hal yang sangat lumrah dilakukan ketika menuju Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Namun bukan hanya persiapan fisik, mental atau keperluan saja yang harus diperhatikan, informasi tentang akses dan jalur transportasi pun harus diketahui....
  • HOT !
    Presiden Donald Trump resmi mengeluarkan surat pembatalan pertemuan tingkat tinggi dengan Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Korea Utara. Padahal sejatinya, pertemuan ini diharapkan masyarakat dunia soal perdamaian dan kepastian soal senjata nuklir yang belakangan sempat memanas....
  • HOT !
    Tidak hanya perlengkapan, kondisi fisik dan transportasi saja yang harus dipersiapkan oleh pelaku mudik setiap tahunnya. Namun juga informasi soal akses dan kesiapan jalur yang akan dilaluinya. Karena pemerintah telah menyampaikan progres kesiapan jalur di Pulau Jawa....
Airy Rooms

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : LauraLMP
Cast : TVXQ (Yunho – Changmin) and Blue Razeilly, Dean, Twins Hyran-Kyran (OC)

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)