home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Mulai Ramai Jadi Syarat Masuk Lokasi Tertentu, Mengapa Aplikasi PeduliLindungi Dikritik Menyusahkan Pemerintah?

Sabtu, 14 Agustus 2021 11:11 by reinasoebisono | 1418 hits
Mulai Ramai Jadi Syarat Masuk Lokasi Tertentu, Mengapa Aplikasi PeduliLindungi Dikritik Menyusahkan Pemerintah?
Image source: Detik

DREAMERS.ID - Belakangan Viral cerita WNI yang melakukan vaksin di luar negeri namun tetap ditolak ketika masuk mall karena tidak terdata di dalam aplikasi PeduliLindungi. Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengkritik aplikasi PeduliLindungi yang menurutnya justru menyulitkan pemerintah sendiri.

"Selain belum efektif saat ini karena sistem database belum terintegrasi kemudian juga cakupan vaksinasinya juga belum 50%, terbatas, orang akses juga terbatas, masih menunggu antrean dan sebagainya," ujar Dicky Budiman, mengutip Detik pada Jumat (13/8).

"Ini (PeduliLindungi) akan menyulitkan pemerintah sendiri dan dunia usaha jadi niatnya betul untuk membatasi tetapi itu bukan akar masalahnya," imbuhnya.

Karena menurut Dicky, akar masalah agar data vaksin menjdi maksimal adalah penerapan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment. Dicky mengatakan jika 3T di Indonesia kuat maka tidak perlu adanya aplikasi semacam PeduliLindungi.

"Bukan hanya satu (kasus) aja, pasti banyak yang lain itu kan merugikan banyak pihak dan ini akan semakin banyak (masalah terkait integrasi data). Nanti terjadi di berbagai macam aktivitas," katanya.

Menurutnya, sertifikat vaksin yang ada di aplikasi PeduliLindungi tidak bisa jadi patokan tunggal seseorang untuk beraktivitas. Dia menekan, masih banyak orang yang belum divaksin sehingga upaya mencapai kekebalan komunal (herd immunity) belum tercapai.

Baca juga: Jangan Skip untuk Cek! Begini Cara Dapatkan E-Tiket Vaksin Booster Covid-19

"Jadi masalahnya adalah sekali lagi walaupun di aplikasi ini diperbaiki tetapi dari jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi lengkap ini juga masih sedikit. Saya melihat ini (PeduliLindungi) tidak bisa diterapkan saklek,” katanya lagi.

“Orang yang divaksin itu juga tidak menjamin dia tidak menularkan virus kecuali dia juga dites. Jadi vaksin terus dites, nah itu baru bisa," sambungnya.

Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan ke depannya akan dilakukan pengintegrasian data bagi WNI yang melakukan vaksinasi di luar negeri di aplikasi PeduliLindungi. Hal ini juga menurutnya untuk mencegah pemalsuan.

"Saat ini sedang kita diskusikan dengan berbagai pihak terkait untuk mengintegrasikan dalam sistem PeduliLindungi yang tentunya sekaligus kita bisa memastikan keaslian dari vaksinasi tersebut," kata Nadia.

Ia menyebutkan, kartu vaksinasi yang didapat ketika di luar negeri tetap berlaku, namun proses integrasi dalam sistem PeduliLindungi ada prosedurnya. Tak lain, untuk mendata WNI yang sudah menerima vaksin COVID-19, namun tidak di dalam negeri.

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Korea akan secara resmi mengadopsi metode penghitungan usia internasional mulai awal tahun depan. Negeri Ginseng ini akan meninggalkan sistem tradisionalnya yang menambahkan usia setidaknya satu tahun....
  • HOT !
    Investigasi resmi atas dugaan penyelewengan dana oleh CEO Hook Entertainment, Kwon Jin Young, telah dimulai oleh Kantor Layanan Pajak Nasional Korea Selatan pada 1 Desember 2022....
  • HOT !
    Promotor konser We Are All One sedang diburu penggemar usai konser yang seharusnya berlangsung pada 10 12 November lalu dibatalkan. Promotor dengan inisial PJ akhirnya ditangkap oleh Ditjen Imigrasi pada Senin (21/11) lalu....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : kaebsong
Cast : kim taehyung, shin nara, park jimin, kim jung hwa, park yura, oc

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)