home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Mengapa Ribuan Peneliti China Tinggalkan Amerika Serikat?

Jumat, 04 Desember 2020 12:30 by RizkiSetiawaan | 1241 hits
Mengapa Ribuan Peneliti China Tinggalkan Amerika Serikat?
Image Source:investor.id

DREAMERS.ID - Ribuan peneliti asal negeri tirai bambu China, meninggalkan negeri paman sam yaitu Amerika Sertikat, di tengah dugaan pencurian teknologi. Tetapi, penyebab sesungguhnya dari aksi para peneliti ini masih belum diketahui.

Melansir dari detik, pada hari Rabu (3/12/2020) John Demers, kepala Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman AS, mengatakan dalam diskusi yang diselenggarakan oleh lembaga pemikir Aspen Institute, bahwa ada 1.000 peneliti China telah meninggalkan negaranya.

Departemen tersebut diketahui meluncurkan beberapa kasus kriminal terhadap operasi China untuk spionase industri dan teknologi. Seorang pejabat dari Departemen Kehakiman AS mengatakan, mereka merupakan sekelompok yang berbeda dengan yang disebutkan oleh Depatermen Luar Negeri AS pada bulan September lalu.

Sekelompok orang tersebut adalah, mereka yang visanya dicabut oleh AS. Hal ini juga berdasarkan keputusan presiden yang menolak masuknya siswa dan peneliti yang dianggap beresiko keamanannya. Pejabat tersebut menyebut para peliti yang dimaksud Demers, yang diyakini bahwa pihak berwenang AS berasifilasi dengan Tentara Pembebasan Rakyat China.

Baca juga: Heboh China Akan Hukum Penyanyi yang Ketahuan Lipsync

Mereka meninggalkan Amerika Serikat setelah FBI melakukan wawancara di lebih dari 20 kota, dan Departemen Luar Negeri menutup konsulat China di Houston pada bulan Juli lalu.

"Hanya China yang memiliki sumber daya dan kemampuan dan kemauan untuk terlibat dalam luasnya aktivitas pengaruh asing yang telah dilihat oleh lembaga AS dalam beberapa tahun terakhir," kata Demers.

Tetapi, belum jelas penyebab dan kepastian mengapa pada peneliti ini meninggalkan AS. Namun sementara itu, William Evanina, kepala cabang kontraintelijen dari kantor Direktur Intelijen Nasional AS, mengatakan pada peristiwa yang sama bahwa agen China telah menargetkan pemerintahan Presiden terpilih yaitu Joe Biden yang akan datang, serta "orang-orang yang dekat dengan tim Biden".

Hubungan AS dan China telah memburuk dalam beberapa dekade selama masa jabatan Donald Trump, dengan perselisihan panas atas berbagai masalah mulai dari perdagangan dan teknologi hingga soal Hong Kong dan virus Corona. Presiden China Xi Jinping berharap hubungan akan kembali membaik usai Joe Biden menang pemilu.

(kiki)

Komentar
  • HOT !
    Berdasarkan data yang terus dirilis seiring perkembangan virus COVID 19 atau corona di Indonesia, kini kasus kasus di Tanah Air diklaim lebih baik dibanding sejumlah negara tetangga. Para pakar pun menyebut jika hal ini disebabkan oleh imunitas alami dan imunitas dari vaksin....
  • HOT !
    Pada Kamis (7/10), pengadilan telah memutuskan untuk mendukung seorang tentara transgender yang telah meninggal dalam gugatan yang diajukan agar keputusan Angkatan Darat untuk mengeluarkan tertara tersebut dicabut....
  • HOT !
    Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mengklarifikasi laporan yang menyatakan bahwa pemerintah Korea Selatan tidak menanggung biaya untuk kegiatan BTS sebagai utusan khusus Presiden Moon Jae In di New York....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : ichigofresh
Cast : salad di surabaya timur

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)