home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Presiden Jokowi Angkat Bicara Soal Pemblokiran Layanan Pesan Instan Telegram

Minggu, 16 Juli 2017 19:00 by Dits | 1226 hits
Presiden Jokowi Angkat Bicara Soal Pemblokiran Layanan Pesan Instan Telegram
image source: setkab.go.id

DREAMERS.ID - Telegram jadi salah satu layanan pesan instan yang banyak digunakan di Indonesia. Namun baru-baru ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memerintahkan pemblokiran layanan chatting tersebut di Indonesia.

Pemerintah menilai layanan media sosial Telegram kerap digunakan oleh para teroris untuk berkomunikasi. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi) hasil tersebut didapat setelah pemerintah sebelumnya telah memantau Telegram sejak lama dan demi keamanan akhirnya pemblokiran pun dilakukan.

"Kita kan ini mementingkan keamanan, keamanan negara, keamanan masyarakat, oleh sebab itu keputusan itu dilakukan," ujar Jokowi usai meresmikan Akademi Bela Negara (ABN) di Jakarta, seperti melansir Kompas, Minggu (16/7).

Menurut Jokowi terdapat ribuan konten yang dikategorikan mengganggu keamanan negara di dalam Telegram. Terlebih lagi, pihak Telegram disebutkan tidak mau bekerja sama dengan pemerintah untuk mengontrol sejumlah yang terkait dengan terorisme.

"Kenyataanya masih ada ribuan yang lolos dan digunakan, baik digunakan untuk membangun komunikasi antara negara, untuk hal-hal yang berkaitan dengan terorisme," lanjut Jokowi.

Baca juga: Sejumlah Artis dan Atlet Korea Jadi Member Grup Chat Video Porno Nth Room

Hingga kini pemerintah hanya memblokir Telegram saja. Belum ada media sosial lain yang terkena diblokir. Menghindari adanya konten terorisme, ia pun menghimbau agar media sosial segera bekerja sama dengan Kemenkominfo.

"Kerja sama seperti itu, Kemenkominfo sudah menyampaikan mungkin tidak sekali dua kali," ujar Jokowi.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan Telegram kerap digunakan kelompok teroris karena memiliki sejumlah keunggulan bagi para kelompok tersebut. Selain dalam satu grup chat di Telegram mampu menampung sekitar 10.000 orang, aplikasi itu juga menjamin privasi penggunanya.

"Ini jadi problem dan jadi tempat saluran komunikasi paling favorit oleh kelompok teroris," tegas Tito, Minggu (16/7).

(dits)

Komentar
  • HOT !
    Korea akan secara resmi mengadopsi metode penghitungan usia internasional mulai awal tahun depan. Negeri Ginseng ini akan meninggalkan sistem tradisionalnya yang menambahkan usia setidaknya satu tahun....
  • HOT !
    Investigasi resmi atas dugaan penyelewengan dana oleh CEO Hook Entertainment, Kwon Jin Young, telah dimulai oleh Kantor Layanan Pajak Nasional Korea Selatan pada 1 Desember 2022....
  • HOT !
    Promotor konser We Are All One sedang diburu penggemar usai konser yang seharusnya berlangsung pada 10 12 November lalu dibatalkan. Promotor dengan inisial PJ akhirnya ditangkap oleh Ditjen Imigrasi pada Senin (21/11) lalu....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : kaebsong
Cast : kim taehyung, shin nara, park jimin, kim jung hwa, park yura, oc

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)