home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Jengkel, Petani Garut Buang 20 Ton Tomat ke Selokan

Jumat, 14 Agustus 2015 10:00 by fzhchyn | 3286 hits
Jengkel, Petani Garut Buang 20 Ton Tomat ke Selokan
Image source: Facebook

DREAMERSRADIO.COM - Harga jual tomat yang terlalu rendah dan tidak sebanding dengan ongkos angkut, membuat seorang petani bernama Dedi Hermawan memutuskan untuk tidak memanen tomat-tomat di kebunnya dan dibiarkan begitu saja.

Melansir BBC, Dedi mengatakan bahwa harga jual tomat saat ini sedang jatuh, hanya sekitar 300 rupiah per kilogram. Sedangkan ongkos angkut dari kebun ke tengkulak atau bandar – yang harus ditanggung petani – adalah sekitar Rp500 per kilogram.

"Itu ongkos angkut saja, padahal untuk menanam itu kalau dihitung-hitung sudah habis Rp3.000 per pohon,” kata pria 40 tahun tersebut. Dan daripada menanggung lebih banyak rugi, Dedi memutuskan untuk membuang tomat-tomatnya yang sudah matang.

"Ada sekitar 20 ton, dibuang, tidak dipanen sudah saja ditinggal di kebun. Nanti kalau olah lahan, ya tanamannya dicangkul lagi,” pungkasnya.

Baca juga: Variasi Makanan yang Dapat Membantu Wajah Terlihat Lebih Muda

Sementara itu, tomat-tomat di Garut telah menjadi bahan perbincangan setelah sebuah foto yang diunggah ke Facebook menunjukkan banyak tomat yang dibuang oleh para tengkulak ke selokan di daerah Cikajang, Garut.

Kristianto Hengki yang mengambil foto tersebut mengatakan dia merasa prihatin dan kasihan kepada petani yang merugi karena panennya sia-sia.

"Itu memang daerah yang sering saya lalui sehari-hari. Cuaca panas sehingga tomat jadi cepat rusak. Tomat-tomat di selokan itu tidak busuk sebetulnya, tetapi sudah sangat merah dan jelek. Kalau dijual di pasar pasti tidak laku," jelasnya.

Walau prihatin, Hengki mengatakan aksi buang-buang hasil panen sudah biasa terjadi karena 'petani jengkel'.

Komentar
  • HOT !
    Melonjaknya kasus Covid 19 memberikan dampak buruk bagi banyak orang orang, salah satunya pelajar internasional yang ingin sekolah di Korea Selatan. Ada sejumlah aturan baru yang diterapkan menyusul kedatangan mereka....
  • HOT !
    Varian terbaru dari Covid 19 yaitu varian delta yang sangat cepat menular menjadi strain dominan COVID 19 di Korea Selatan, sehingga mempersulit otoritas kesehatan untuk memperlambat penyebaran virus corona baru ini. Bahkan meluas ke daerah daerah selain Seoul....
  • HOT !
    Angka kasus positif Covid 19 terus meningkat di Indonesia. Banyak masyarakat yang mencari bantuan untuk ruang rumah sakit hingga ketersediaan oksigen di media sosial. Agar mempermudah masyarakat untuk mendapatkan bantuan, sejumlah situs diluncurkan untuk perbaruan bantuan informasi....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : kradmisaki
Cast : penitipan anjing di kenjeran

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)