SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Cerita Tim Medis Korsel yang Sangat Lelah Tangani Pasien Corona, Khawatir Gelombang Infeksi Lanjutan

Minggu, 05 April 2020 23:00 by muthiasp | 885 hits
Cerita Tim Medis Korsel yang Sangat Lelah Tangani Pasien Corona, Khawatir Gelombang Infeksi Lanjutan
Image source: Korea Herald

DREAMERS.ID - Sudah hampir dua bulan, Korea Selatan menghadapi pandemi corona sejak mengumumkan kasus pertamanya. Kini, para tim medis juga sudah khawatir tentang kemungkinan gelombang kedua pasien corona datang di saat mereka sudah sangat lelah.

Direktur Departemen Pernapasan sebuah rumah sakit di Seoul mengatakan, "Saya berharap para pejabat akan menyadari wabah ini sudah mendorong sistem perawatan kesehatan ke jurang. Apa yang terjadi di Italia dan New York dapat dengan mudah terjadi di sini juga".

Menurut ahli paru Han Chang Hoon dari Rumah Sakit Ilsan, keletihan dokter dan perawat adalah masalah di rumah sakit di mana-mana, termasuk Seoul dan daerah metropolitan sekitarnya, tidak hanya di Daegu yang paling parah.

“Penyedia layanan kesehatan telah mengerjakan jadwal darurat sebagaimana seharusnya, selama lebih dari dua bulan sekarang dan bertahan. Beberapa dari kita belum bisa pulang sejak wabah pertama menyusup ke negara itu," katanya mengutip Korea Herald.

Ia menambahkan, "Tidak ada tenaga kerja cadangan ketika dokter mengalami kelelahan, perlu lebih dari 10 tahun untuk melatihnya". Petugas kesehatan yang kewalahan meminta penutupan perbatasan untuk mengurangi beban kelebihan kasus.

Baca juga: Kasus Corona di Indonesia per 29 Mei Tembus 25.000 Kasus, New Normal Tetap Diterapkan?

Presiden Masyarakat Penyakit Menular Korea, Peck Kyong Ran, menulis di Facebook pada tanggal 26 Maret bahwa dokter yang bekerja dengan pasien corona “sangat lelah” dan tidak mampu memiliki lebih banyak pasien yang datang dari luar negeri.

“Petugas kesehatan bukan xenophobia. Mereka hanya lelah," kata seorang dokter perawatan primer. Xenophobia adalah ketidaksukaan atau ketakutan kepada orang asing.

Pasalnya, Korea Selatan belum terlalu membatasi kedatangan dari luar negeri. Hanya saja memberlakukan aturan ketat bagi pendatang untuk tes corona di bandara dan karantina diri selama dua minggu. Tapi dikhawatirkan menambah antrean pasien karenabanyak dari orang asing yang masih berjalan-jalan tanpa masker.

Sementara itu, Korea Selatan mengumumkan kematian dokter pertama akibat corona. Seorang dokter yang terinfeksi virus corona baru meninggal Jumat (3/4) pagi di Daegu. Ia diduga terpapar corona dari pasien yang mengunjungi kliniknya.

(mth)

Komentar
  • HOT !
    Guinness World Records telah banyak mencatat rekor di dunia, salah satunya adalah pria tertua di dunia. Namun, pada Kamis (28/05) pria tertua di dunia bernama Bob Weighton dikabarkan telah meninggal dunia karena penyakit kanker....
  • HOT !
    Korea Selatan termasuk negara yang cukup berhasil melawan pandemi virus corona, walaupun saat ini sedang ada gelombang kedua dari kluster kelab dan karaoke. Presiden Moon Jae In pun memberikan update tentang apa saja yang sudah dilakukan pemerintah....
  • HOT !
    PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah DKI Jakarta akan berakhir pada 4 Juni mendatang. Menyusul hal tersebut, puluhan pusat perbelanjaan atau mal dijadwalkan untuk buka sehari setelahnya....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : indiraptrf
Cast : Catherine(oc), Kim Woojoong, Park Chanyeol, Park Jiyeon.

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)