SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Halusnya Ketegasan Sandiaga Tolak Jika Diminta Jadi Menteri Jokowi Karena Tak Ingin 'Asal Bapak Senang'

Selasa, 15 Oktober 2019 15:19 by reinasoebisono | 2566 hits
Halusnya Ketegasan Sandiaga Tolak Jika Diminta Jadi Menteri Jokowi Karena Tak Ingin 'Asal Bapak Senang'
Image source: Sinar Harapan

DREAMERS.ID - Sandiaga Uno mulai tidak beredar setelah kalah dalam pertarungan Pilpres 2019. Memang ia akui untuk memilih istirahat dulu dari hingar bingar kehidupan politik dan banyak menghabiskan waktu untuk berlibur.

"Ya pertama-tama ini saya lagi jeda politik. Jadi ini teman-teman media ini yang banyak memberitakan. Saya banyak traveling, terakhir baru pulang dari Korea," katanya melansir Liputan6.

Nama Sandiaga memang disebut-sebut akan mengisi kursi kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Namun menanggapi hal tersebut, Sandiaga memberi sinyal akan tetap berada di luar lingkaran pemerintahan alias oposisi.

"Saya meyakini bahwa masih sangat dibutuhkan masukan dari luar pemerintahan, mitra yang kritis konstruktif menyampaikan pesan-pesan yang jelas demi kemajuan bangsa kita, agar Indonesia bisa juga mengejar ketertinggalan ini," katanya.

Baca juga: Beginilah Pesan Sandiaga Uno Untuk Menteri BUMN Sekaligus Sahabat Sejak Kecilnya, Erick Tohir

"Saya bersedia untuk memberikan masukan dari luar pemerintahan. Menyampaikan hal-hal yang seperti pil pahit. Karena kalau sudah di dalam pemerintahan itu nanti dikhawatirkan semuanya kan asal bapak senang. Ini yang harus kita sampaikan dalam spirit kebersamaan ini masukan ini harus kita sampaikan juga," bebernya.

Ia mengatakan banyak persoalan di Indonesia yang jadi pekerjaan rumah dan harus diberi masukan yang utamanya berasal dari luar pemerintahan. Dengan kata lain, check and balance. Namun ketika ditegaskan lagi kemungkinan menerima atau menolak jabatan, ia menegaskan jika itu adalah hak Jokowi.

"Jadi, kalau itu kan prerogatif presiden, prerogatif presiden. Ya kita hormati, kita hargai. Ini adalah kita serahkan kalau urusan menteri itu kepada presiden itu murni prerogatif dari presiden, untuk partai koalisi, silakan para ketua umum partai untuk melihat," tegasnya.

"(Secara pribadi menerima atau menolak menteri?) Belum ada pembicaraan itu, jadi kita terlalu jauh berbicara mengenai posisi dan yang lain sebagainya, kita bicara bangsa dulu," ucapnya.

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Beberapa waktu belakangan ini, sempat viral sebuah foto dan video yang menunjukkan peraturan pada toko kue TOUS Les JOURS di salah satu mall di daerah Jakarta Selatan, yang melarang penulisan ucapan pada cake yang ‘bertentangan dengan syariat Islam’....
  • HOT !
    Masih ingat dengan terpidana kasus Bom Bali, mantan teroris Umar Patek alias Hisyam bin Alizein? Kini ia memberi pesan pada kelompok teroris yang masih berada dan beraksi di Indonesia. Hal ini dilakukannya di Lapas Porong kala menerima status WNI istrinya....
  • HOT !
    Kepergian Ibu Ani Yudhoyono masih terus membekas dalam benak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarga. Hal ini diceritakan anak sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di mana saran dari dirinya sempat ditolak SBY karena masih berkabung....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : KaptenJe
Cast : •Je (aku) • Tata •Yossy •All member EXO

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)