SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Protes Uang Kuliah Naik Hingga Ratusan Juta Rupiah, Mahasiswa UNDIP Demo Besar-besaran

Rabu, 06 April 2016 10:00 by Dits | 1283 hits
Protes Uang Kuliah Naik Hingga Ratusan Juta Rupiah, Mahasiswa UNDIP Demo Besar-besaran
Image source: merdeka.com

DREAMERS.ID - Selasa (05/04), ribuan mahasiswa yang diprakarsai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa di Lapangan Rektorat Kompleks Kampus Undip Tembalang. Aksi yang dimulai dari pukul 16.30 WIB itu bertujuan menolak kenaikan uang kuliah yang terdiri dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pengembangan Instansi (SPI).

Baca juga: Polri Akui Dana Setahun Habis untuk Amankan Aksi Bela Islam

"Kami menuntut adanya transparansi terhadap terjadinya kenaikan UKT yang mencapai ratusan juta rupiah ini," ungkap Samuel salah seorang mahasiswa yang berorasi di hadapan ribuan rekan-rekan mahasiswanya.

Tidak hanya berorasi secara bergantian, namun ribuan mahasiswa Undip Semarang dari berbagai fakultas ini juga membawa berbagai spanduk yang berisi tuntutan mereka. Dalam aksinya, mereka juga melakukan aksi penggalangan koin peduli Undip Semarang sebagai cerminan kalau Undip membutuhkan biaya tambahan guna keberlangsungan proses belajar mengajar untuk mahasiswanya.

Selain itu, ribuan mahasiswa tersebut juga melakukan aksi penurunan bendera rektorat menjadi setengah tiang sebagai cerminan bahwa mahasiswa Undip sedang berduka karena kampusnya bukan lagi kampus rakyat. Melainkan sebagai kampus yang sudah mengkomersilkan pendidikan bagi para mahasiswanya.

"Kampus Undip apakah kini sebagai kampus rakyat? Yang kini telah diduga berupaya mengkomersilkan pendidikan bagi mahasiswanya? Kenaikan UKT yang belum transparan. Kemudian nominal SPI di beberapa fakultas hingga ratusan juta dan SPI yang tidak sesuai dan tidak tepat sasaran," tegas Kabid Humas BEM Undip Semarang Azim Asykari kepada Merdeka.com.

Azim juga menilai, jika kenaikan UKT dan SPI yang dilakukan pihak kampus Undip Semarang terjadi secara tidak transparan dan penuh dengan keganjilan. "Kenaikan UKT yang belum transparan. Nominal SPI yang dibebankan di beberapa fakultas ratusan juta. Misalnya di Fakultas Kedokteran ada biaya SPI hingga Rp 250 juta. Padahal SPI untuk tahun lalu hanya Rp 20 juta. Apalagi diduga SPI tidak sesuai dan tidak tepat sasaran," terangnya.

Dia juga mengungkapkan, mahasiswa sudah berupaya untuk melakukan dialog dengan pihak kampus. Namun, sampai saat ini pihak rektorat yang dipimpin oleh Prof. Yos Johan Utama ini belum mau memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk berdialog. Malah, saat aksi unjuk rasa berlangsung orang nomor satu di Undip Semarang ini sedang pergi ke Perancis.

Akhirnya beberapa perwakilan mahasiswa dari BEM Undip Semarang menemui pihak rektorat. Sayangnya, ungkapan kekecewaan mahasiswa muncul karena perwakilan tersebut hanyalah sekitar tujuh orang yang merupakan tenaga teknis yang menjadi perwakilan pihak rektorat. Ketujuh orang tersebut diantaranya adalah; Pembantu Dekan (PD) 3 Fakultas Teknik Asnawi dan PD 3 Fakultas Perikanan dan Peternakan Sutopo, Kepala Biro Bapsi Arsiyani, Kabiro Akademik Embung Setiawan, Kabag Keuangan Undip Ratna dan Kabid Humas Nuswantoro.

"Untuk soal UKP dan SPI, kami kebetulan ditunjuk oleh bapak rektor dan PR(pembantu rektor) seharusnya bisa buat keputusan. Saya ditunjuk bapak PR3 untuk sampaikan ini. Keputusan atau pengambilan kebijakan bukan kami. Karena kami pejabat teknis," ucap salah seorang dari Kabag Keuangan dan langsung dijawab oleh beberapa mahasiwa.

"Terus kenapa tidak ke sini? Telepon ayo! Pak Rektor ditelepon!" teriak beberapa mahasiwa namun tidak dituruti oleh perwakilan dari rektorat.

Aksi semakin memanas saat beberapa mahasiswa berupaya untuk merangsek tempat perwakilan rektorat memberikan penjelasan terkait terjadinya kenaikan SPI dan UKT di Kampus Undip Semarang. Adu mulut antara pengurus BEM Undip Semarang dan mahasiwa terjadi. Bahkan, nyaris baku hantam, namun akhirnya mereda usai dilerai oleh petugas Satuan Pengamanan (Satpam).

Source:
Komentar
  • HOT !
    Menteri Agama Lukman Hakim sempat disoraki oleh sebagian massa Aksi Bela Palestina sebelum dirinya melakukan orasi. Namun saat ditanya apa yang menyebabkan massa melakukan hal tersebut, Lukman mengaku tidak tahu dan merasa biasa saja....
  • HOT !
     Natal segera tiba sebagai hari Raya umat Kristinani yang memperingati hari lahir Yesus. Namun momen tersebut pun tidak lepas dari sosok Bunda Maria. Seperti yang dilakukan seorang seniman asal Kebumen, Jawa Tengah bernama Eddy Ruswanto....
  • HOT !
    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberi klarifikasi jika salah satu program andalannya, yaitu OK OCE (One Kecamatan, One Center for Enterpreuneurship) tidak pernah berjanji memberikan modal....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Kristiana
Cast : Park Chanyeol (EXO), Sandara Park (2NE1), Xiumin (EXO), Minzy (2NE1), Sehun (EXO), Lee Hi

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)