SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Ancaman LGBT di Indonesia dari Rayu Orang Miskin Sampai Anak Kecil

Rabu, 17 Februari 2016 10:30 by zia92 | 2932 hits
Ancaman LGBT di Indonesia dari Rayu Orang Miskin Sampai Anak Kecil
Image source: techtimes.c

DREAMERS.ID - Kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) akhir-akhir ini menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Beberapa pihak juga banyak yang menolak keras soal berkembangnya LGBT. Modus yang dilakukan kaum LGBT di Indonesia yaitu dengan cara mengincar anak-anak di bawah umur dengan memanfaatkan ekonomi keluarga kurang mampu.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjelaskan ada upaya sistematis soal LGBT dan bahaya kelompok tersebut. Menurutnya, setelah mengincar anak-anak di bawah umur dengan memanfaatkan ekonomi keluarga kurang mampu, kelompok LGBT akan memberi mereka hadiah.


Image source: majalahkartini.co.id

Khofifah mencontohkan anak-anak di Lombok setelah diberikan hadiah tiba-tiba mengalami perubahan perilaku. "Ada yang karena lingkungan, bahkan sebulan lalu saya datang ke Lombok dan ada yang menyasar anak-anak SMP kurang mampu, dikasih gift (hadiah)," kata Khofifah, Selasa (16/2).

"Dua minggu setelah itu laki-laki sudah berbeda, mereka pakai lipstik, dalam waktu sangat singkat. Ada yang sepertinya menyasar anak-anak kurang mampu, yang tadinya tidak ada indikasi. Perubahannya sangat cepat," jelas Khofifah.

Baca juga: Pembelaan Dua Kubu Soal Fraksi DPR Dukung Pernikahan Sesama Jenis: Ini Sih Konyol Banget

Tidak hanya itu para remaja pun menurutnya bisa menjadi bahan perdagangan lantaran kemiskinan keluarganya. "Saya khawatir ada rekayasa sosial," tambahnya.

Khofifah menegaskan, dalam menelusuri bahaya kelompok LGBT tersebut, harus dilihat secara komprehensif. Sebab, tak sedikit pula yang masuk kelompok LGBT hanya menjadi korban. "Ternyata mereka juga menjadi korban perdagangan orang, hal ini harus dilihat komprehensif," ucapnya.

Lebih lanjut, kata Khofifah, di Kemensos sebetulnya tidak ada istilah LGBT. Yang ada adalah kelompok ODHA (orang dengan HIV/AIDS) dan kelompok minoritas selama ini beragam. "Ada yang terinfeksi, terisolasi dari lingkungannya, di antara mereka , ada yang mengalami terisolasi dari hal-hal lainnya, jadi kalaus secara struktural tidak ada yang menangani khusus LGBT, tetapi ada direktorat tangani ini, kasubdit ODA," tandasnya.

(fzh/Merdeka)

  • HOT !
    Presiden Donald Trump resmi mengeluarkan surat pembatalan pertemuan tingkat tinggi dengan Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Korea Utara. Padahal sejatinya, pertemuan ini diharapkan masyarakat dunia soal perdamaian dan kepastian soal senjata nuklir yang belakangan sempat memanas....
  • HOT !
    Isu perselingkuhan menimpa Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon. Meski belum ada detail soal perselingkuhan itu, isu ini beredar santer di media sosial dan pemberitaan hingga berbagai klarifikasi muncul, termasuk dari Fadli Zon sendiri....
  • HOT !
    Proyek pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana di Bali akhirnya akan rampung pada tahun 2018 ini setelah memakan waktu selama 28 tahun. Menurut perhitungan, pemasangan modul modul GWK akan selesai pada bulan Agustus mendatang....
Airy Rooms

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : LauraLMP
Cast : TVXQ (Yunho – Changmin) and Blue Razeilly, Dean, Twins Hyran-Kyran (OC)

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)