home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Apa Maksud Hiperendemi yang Mengancam Indonesia Usai COVID-19?

Senin, 30 Agustus 2021 14:15 by rizaluthfiah | 1070 hits
Apa Maksud Hiperendemi yang Mengancam Indonesia Usai COVID-19?
Image Source: Detik Health

DREAMERS.ID - Belum berakhirnya pandemi Covid-19, Indonesia disebut berpotensi masuk fase hiperendemi atau suatu kondisi yang mengacu pada tingkat terjadinya kasus dan penyebaran penyakit yang lebih presisten dan tinggi.

"Indonesia kelihatannya akan mengalami long pandemi," jelas Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra, dikutip dari Detik Health.

"Kalau saja pandemi itu akan dicabut oleh WHO setelah mengevaluasi pengaruhnya di dunia di berbagai benua dan negara, Indonesia ya potensial terjadi hiperendemi ya," lanjutnya.

Dalam kesempatan lainnya, melansir Detik, ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), dr Masdalina Pane menjelaskan Indonesia sebenarnya sudah lama berhadapan dengan hiperendemi akibat Tuberkulosis (TB atau TBC).

Setiap tahun, Indonesia masuk ranking tiga besar negara dengan kasus TBC terbanyak di dunia. "Terkait statement bahwa kita akan hidup bersama COVID, bukan hal yang baru. Ribuan tahun manusia hidup dengan penyakit menular, bahkan 17 bulan ini kita sudah hidup bersama COVID-19. Biasa saja itu, bukan sesuatu yang aneh," ujarnya.

Dr. Pane menegaskan pemerintah RI perlu menyiapkan road map atau perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang untuk penanganan Covid-19 yang kini dikhawatirkan berpotensi menyebab hiperendemi.

Baca juga: Konser dan Pesta Skala Besar Sudah Diizinkan Pemerintah, Tapi Ada Syaratnya!

Seperti memproduksi alat tes dan vaksin Covid-19 secara menadiri serta fasilitas kesehatan yang harus mencapai standar WHO. Ia juga mengatakan bahwa map itu harus berisi tentang pembatasan-pembatasan yang harus dilakukan seperti 3M atau 3T yang harus tetap berjalan.

Bukan hanya membuat protokol-protokol kesehatan saja tetapi harus tetap dilaksanakan juga. Penemuan vaksin dan obat disebut dr Pane sebagai salah satu faktor pengendalian pandemi.

Menurut WHO, herd immunity terbentuk jika vaksinasi COVID-19 dunia sudah mencapai 70 persen dan masuk tahap endemi. Jika kurang dari angka tersebut masih disebut mengalami hiperendemi. 

"Untuk negara-negara yang angkanya belum memenuhi angka yang tadi, kita sebut sebagai hiperendemi. Artinya dia masih punya pekerjaan rumah untuk terus mengendalikan itu sampai dengan angkanya terkendali," ujar dr Pane.

"Apa dampaknya kalau belum terkendali? Tentu pembatasan-pembatasan terus akan dilakukan. Negara-negara lain juga akan terus mengamati. Jangan sampai kita ditolak masuk ke negara lain atau menjadi negara yang termasuk diberi 'travel warning' oleh negara-negara lain," pungkasnya

(rzlth)

Komentar
  • HOT !
    Mereka yang kembali dari luar negeri kini tidak perlu lagi takut menjalani masa karantina yang lama di Indonesia. Pasalnya, Satgas COVID 19 menerapkan aturan baru bahwa karantina hanya 5 hari....
  • HOT !
    Squid Game bukan sekedar serial yang menampilkan permainan masa kecil yang mematikan dengan hadiah melimpah. Namun, juga menyinggung realita kerasnya hidup di Korea Selatan, khususnya soal hidup dengan utang....
  • HOT !
    Antigen merupakan salah satu tes yang bisa mendeteksi virus Covid 19 dengan cepat. Tes ini cenderung lebih murah dan paling dipilih masyarakat, namun di sisi lain, juga hasilnya mudah dipengaruhi faktor eksternal seperti minuman....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : AdeLululu
Cast : Lay EXO , Kim Vanyiake (FC) , Eunji A-Pink , Ryeowook SJ , Suho EXO, Jung Rachel, EXO, A-Pink

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)