home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Vaksin AstraZeneca Disebut Paling Efektif Lawan Corona Varian Delta

Kamis, 01 Juli 2021 12:50 by fzhchyn | 6187 hits
Vaksin AstraZeneca Disebut Paling Efektif Lawan Corona Varian Delta
Image source: Rappler

DREAMERS.ID - Laporan terbaru menunjukkan bahwa vaksin AstraZeneca efektif melawan virus Corona varian Delta. Ini merupakan varian yang disebut sangat cepat penularannya dan ditemukan pertama kali di India. Kemanjuran vaksin terhadap Kappa, varian lain yang ditemukan di India, juga telah terbukti.

Hasil tersebut didapatkan dari penelitian terbaru Universitas Oxford terhadap kemampuan antibodi monoklonal dalam darah seseorang yang pulih, dan dari mereka yang divaksin untuk menetralkan varian tersebut.

"Hasil studi Oxford dibangun berdasarkan analisis terbaru oleh Public Health England (PHE)," kata perusahaan merujuk otoritas kesehatan di Inggris tersebut, dikutip dari Reuters, Rabu (23/6) lewat Detik.com.

Pekan lalu, PHE juga mengeluarkan hasil riset yang menunjukkan AstraZeneca menawarkan perlindungan tinggi terhadap varian Delta. Vaksin memberikan 92 persen perlindungan ke penerimanya, dari risiko rawat inap ke rumah sakit akibat varian Delta.

Lebih lanjut, vaksin AstraZeneca kini tengah diteliti terkait pemberian dosis ke-3 untuk meningkatkan respons imun. Riset terbaru menunjukan, interval 10 bulan dan pemberian dosis 3 lebih efektif meningkatkan kadar antibodi.

Baca juga: Adakah Efek Jika Vaksin Kedua Dilakukan Terlambat?

Masih dari hasil penelitian yang sama, para peneliti untuk pertama kalinya menyebut, booster yang diberikan lebih dari 6 bulan setelah dosis kedua menginduksi respons yang kuat dan meningkatkan perlawanan terhadap varian Corona.

Peneliti utama Andrew Pollard mengatakan bahwa pihaknya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan durasi kekebalan dari 2 dosis dan efektivitas AstraZeneca terhadap varian baru Corona. Hal itu juga yang ke depannya akan menentukan diperlukan atau tidaknya dosis booster ke-3.

Penelitian ini juga menunjukan, antibodi yang diinduksi setelah dosis pertama bertahan sampai batas tertentu setelah 1 tahun. Namun setelah 180 hari, levelnya setengah dari yang terlihat pada puncak 28 hari. Namun, dosis kedua meningkatkan kadar antibodi antara empat dan 18 kali lipat satu bulan setelah suntikan.

Studi ini menemukan bahwa antibodi yang diinduksi setelah dosis tunggal bertahan sampai batas tertentu setelah satu tahun. Namun diketahui, dosis kedua bisa meningkatkan kadar antibodi sebesar 4 sampai 18 kali lipat dalam waktu 1 bulan setelah suntikan.

Penelitian lainnya menunjukan, tingkat antibodi lebih tinggi terhadap varian Corona Alfa, Beta, dan Delta setelah dosis ke-3 daripada dosis ke-2.

(fzh/detik)

Komentar
  • HOT !
    Kabar bahagia buat para pencinta film layar lebar, karena bioskop telah dibuka kembali pada Kamis, 16 September 2021. Namun tentunya tetap harus sesuai dengan aturan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Bali pada 14 20 September 2021....
  • HOT !
    Pemerintah Indonesia semakin memperketat pintu masuk dari luar negeri menyusul bermunculannya mutasi virus dan juga menjaga agar angka penularan di tanah air terus menurun. Ada sejumlah syarat baru yang diterapkan bagi para pendatang internasional....
  • HOT !
    Polda Metro Jaya menerapkan crowd free night (CFN) pada empat kawasan di Jakarta dari Sudirman Thamrin Kemang SCBD setiap akhir pekan, untuk mengawal kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : AdeLululu
Cast : Lay EXO , Kim Vanyiake (FC) , Eunji A-Pink , Ryeowook SJ , Suho EXO, Jung Rachel, EXO, A-Pink

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)