home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Catat Persyaratan Pelaku Perjalanan Sebelum dan Sesudah Periode Peniadaan Mudik 2021!

Jumat, 23 April 2021 12:40 by reinasoebisono | 596 hits
Catat Persyaratan Pelaku Perjalanan Sebelum dan Sesudah Periode Peniadaan Mudik 2021!
Image source: covid19.go.id

DREAMERS.ID - Seperti yang diketahui, pemerintah menambahkan aturan atau addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Addendum Surat Edaran (SE) ini adalah penambahan periode peniadaan mudik dalam rangka mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN). Periode yang ditambahkan adalah selama H-14 peniadaan mudik (22 April - 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei - 24 Mei 2021). Adapun selama masa peniadaan mudik 6 - 17 Mei 2021 tetap berlaku.

Hal ini dikonfirmasi sekaligus dijelaskan lebih lanjut oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. Ia menegaskan, tujuan Addendum SE ini adalah mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus antardaerah pada masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik diberlakukan.

“Berdasarkan hasil Survei Pasca Penetapan Peniadaan Mudik Selama Masa Lebaran 2021 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia ditemukan bahwa masih adanya sekelompok masyarakat yang hendak pergi mudik pada rentang waktu H-7 dan H+7 pemberlakuan Peraturan Peniadaan Mudik Idul Fitri,” kata Prof Wiku, Kamis (22/4) mengutip Merdeka.

Baca juga: Dua Member D-Crunch Positif Covid-19, Aktivitas Grup Dihentikan

Berlaku pula ketentuan khusus pengetatan mobilitas PPDN pada periode tersebut di atas. Pelaku perjalanan transportasi udara, laut, penyeberangan laut, dan kereta api antarkota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Bandar Udara, Pelabuhan, dan stasiun sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Hal yang harus ditekankan bahwa dalam masa pengetatan ini tidak ada kriteria khusus pelaku perjalanan sebagaimana yang ditetapkan di SE Satgas No.13 untuk periode peniadaan mudik dari tanggal 6-17 Mei 2021.

Prof Wiku menambahkan, khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi laut untuk pelayaran terbatas dalam wilayah satu kecamatan/kabupaten/provinsi, atau dengan transportasi darat baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

“Namun akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah,” kata Prof Wiku.

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Ketupat selalu menjadi hidangan yang ada disaat Hari Raya Idul Fitri, tentunya ditemani oleh opor ayam, rending, dan menu menu khas Lebaran lainnya yang selalu dirindukan. Namun, darimanakah asal muasal ketupat?...
  • HOT !
    Pada Selasa (04/05), Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian merevisi surat edaran tentang larangan buka bersama saat Ramadan dan halal bihalal saat Idul Fitri 1442 Hijriah. Pada Surat Edaran Mendagri Nomor 800/2794/SJ, Tito tidak lagi melarang adanya acara buka bersama....
  • HOT !
    Beberapa hari belakangan ini netizen sedang remain membicarakan sosok laki laki tampan yang berprofesi sebagai tukang service AC yang viral di aplikasi TikTok....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : NWicahya
Cast : Brenda, Daniel, Rafael.

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)