home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Semakin Banyak Wanita di Korea Selatan Berprofesi Sebagai Pengurus Mayat

Rabu, 25 November 2020 14:45 by RizkiSetiawaan | 20576 hits
Semakin Banyak Wanita di Korea Selatan Berprofesi Sebagai Pengurus Mayat
Image Source:japantimes.com

DREAMERS.ID - Semakin banyak wanita Korea Selatan yang dilatih untuk menjadi pengurus mayat, profesi di mana mereka telah lama dikecualikan. Pasalnya, saat ini terjadi perubahan pandangan tentang peran gender dan meningkatnya preferensi agar jenazah wanita untuk ditangani oleh wanita juga.

Dengan kematian para selebriti wanita dan tokoh-tokoh terkemuka baru-baru ini, serta meningkatnya pengawasan terhadap kejahatan seksual terhadap wanita, dan sensitivitas gender mengubah cara pandang keluarga agar bisa sesama wanita saja yang menangani jenazah orang tercintanya.

“Saya merasa tidak nyaman ketika teman sekelas saya dari jenis kelamin yang berbeda menyentuh tubuh saya, bahkan ketika saya berpakaian lengkap,” kata Park Se Jung (19), mahasiswi yang berada di tahun kedua studi pengarahan pemakaman.

“Saya yakin tidak ingin mereka menyentuh, mencuci, dan mendandani tubuh telanjang saya meskipun saya sudah mati. Saya bertekad untuk menjadi orang yang mengucapkan selamat tinggal yang pantas kepada wanita-wanita itu," ujarnya, mengutip Japan Times.

Tren ini juga muncul di tengah meningkatnya kekerasan seksual terhadap perempuan, termasuk serangkaian kejahatan lainnya seperti kamera tersembunyi, "revenge porn", dan jaringan online yang memeras perempuan agar berbagi gambar seksual, dan terkadang kekerasan dari diri mereka sendiri.


Image Source: japantimes.com

Baca juga: 5 Gunung di Korea yang Wajib Dikunjungi Saat Musim Gugur

Pada awal tahun 2000-an, sekitar sepertiga siswa pemeriksa mayat di Korea Selatan adalah wanita, tetapi hari ini mereka mencapai sekitar 60% dari kelas, kata Lee Jong-woo, seorang profesor pembalseman di Universitas Eulji di Seongnam dekat Seoul.

"Dengan ideologi Konfusianisme, kematian dianggap tabu di Korea Selatan di masa lalu, dan memiliki persepsi negatif tentang apakah wanita dapat menangani pekerjaan seperti itu, tetapi persepsinya telah berubah," kata Lee.

Layanan Informasi Ketenagakerjaan Korea mencatat pada tahun 2016, seperempat dari 6.200 pengarah pemakaman di negara itu adalah wanita, dan dengan lebih dari 130.000 gadis dan wanita meninggal setiap tahun, permintaan untuk pengarah pemakaman wanita diperkirakan akan terus meningkat.

Belakangan ini, perusahaan pemakaman mengatakan mereka telah menerima lebih banyak permintaan untuk pengurus mayat wanita.

Sementara itu, tingkat bunuh diri di Korea Selatan adalah yang tertinggi di negara maju 24,6 kematian per 100.000 orang pada 2019, dibandingkan dengan rata-rata OECD 11,3. Di tahun tersebut, kematian nomor satu dari kalangan remaja dan orang berusia 20-an dan 30-an. Lebih dari 4.000 wanita bunuh diri pada tahun 2019, termasuk Sulli dan Goo Hara.

(kiki)

Komentar
  • HOT !
    Kementerian Pertahanan Korea Selatan menekankan bahwa perlunya "kehati hatian" dalam mempertimbangkan apakah akan mengizinkan pembebasan dinas militer aktif untuk superstar K pop BTS dan artis top lainnya, dengan alasan populasi negara yang menyusut dan faktor lainnya....
  • HOT !
    Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the Korean Society of School Health, mengatakan bahwa penggemar obsesif K pop dan mereka yang memiliki minat mendalam pada bidang tertentu lainnya cenderung lebih bahagia daripada yang lain....
  • HOT !
    Putri Charlotte anak dari Pangeran William dan Kate Middleton disebut sebut sebagai anak terkaya di dunia. Menurut studi perusahaan mainan, Electric Rides on Cars, kekayaan bersih Putri Charlotte sebesar £ 3,6 miliar atau sekitar Rp 70 triliun....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : ghassanianna
Cast : Wooyoung, Hanna (karakter fiktif), Nichkhun, 2PM

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)