home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Lagi, Remaja Korea Utara Dihukum 14 Tahun Kerja Paksa Usai Terciduk Nonton Film Korsel

Senin, 06 Desember 2021 16:00 by muthiasp | 19440 hits
Lagi, Remaja Korea Utara Dihukum 14 Tahun Kerja Paksa Usai Terciduk Nonton Film Korsel
Image source: HoodGrind

DREAMERS.ID - Dilansir dari Korea Times, outlet media Daily NK, baru-baru ini melaporkan bahwa seorang siswa sekolah menengah di Hyesan, sebuah kota Korea Utara yang berbatasan dengan China, dijatuhi hukuman 14 tahun kerja paksa karena menonton film Korea Selatan

Remaja tersebut tertangkap basah sedang menonton film The Man from Nowhere yang dibintangi oleh Lee Byung Hun, selama lima menit. Laporan ini menambah daftar panjang remaja yang dihukum berat karena menonton konten dari Korea Selatan.

Korea Utara telah memperkuat hukuman atas konsumsi konten populer Korea Selatan, dengan undang-undang tahun lalu yang menetapkan bahwa mereka yang menonton, mendengarkan, atau menyimpan film Korea Selatan, rekaman, materi yang diedit, buku, lagu, gambar, atau foto dihukum antara 5 - 15 tahun kerja paksa.

Outlet berita Daily NK mencatat bahwa sementara undang-undang tidak secara khusus menyebutkan hukuman bagi remaja, remaja yang dihukum itu dijatuhi hukuman sebagai orang dewasa. Ini tampaknya mencerminkan niat rezim untuk memperingatkan rakyatnya bahwa bahkan remaja akan menghadapi hukuman penuh.

Disebutkan bahwa orang tua remaja itu juga dapat menghadapi hukuman karena undang-undang lain menyerukan hukuman atas upaya pendidikan yang "tidak bertanggung jawab", yang dapat mengakibatkan anak muda melakukan kejahatan.

Menurut Buku Putih Hak Asasi Manusia di Korea Utara 2021 yang diterbitkan oleh Institut Korea untuk Unifikasi Nasional, sejumlah pembelot Korea Utara bersaksi bahwa mereka yang kedapatan mendistribusikan drama Korea Selatan akan dieksekusi oleh regu tembak. Laporan tersebut berdasarkan wawancara mendalam dengan 50 pembelot.

Buku putih itu menyatakan, "Banyak pembelot secara konsisten bersaksi bahwa menonton drama, film, dan rekaman lainnya secara diam-diam menjadi tersebar luas. Mereka membeli alat perekam murah dari China dan diam-diam menjual atau membagikan rekaman."

"Sebagian besar warga Korea Utara yang menonton konten Korea Selatan merespons dengan kekaguman terhadap Korea Selatan dan persepsi negatif terhadap Korea Utara. Dalam beberapa kasus, kecemburuan ekonomi dan kebebasan Korea Selatan dalam kehidupan sehari-hari mengarah pada pembelotan," tambahnya.

(mth)

Komentar
  • HOT !
    Menteri Keuangan, Sri Mulyani sempat diundang menjadi tamu dalam podcast Deddy Corbuzier. Dalam podcast yang diunggah pada 6 Januari 2022 itu, Deddy dan Sri Mulyani berbicara soal pajak dan hal hal lain....
  • HOT !
    Tahun 2021 telah berlalu, semangat menyongsong tahun baru 2022 tentu tidak semerta merta melupakan yang lalu begitu saja. Ada banyak peristiwa terjadi di Indonesia selama perjuangan tahun kedua pandemi kemarin....
  • HOT !
    Muncul wacana jika BBM jenis Premium akan dihapuskan di tahun depan. Namun, hal ini diragukan karena walau wacana penghapusan ini telah lama muncul namun tak kunjung berjalan. Benarkah ada mafia migas atau pemburu rente impor yang menghalanginya?...

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Annis
Cast : Jung Sisters|Donghae (SUJU)|Minhyuk (CNBLUE)|Lee Min Ho|Luna (fx)|EXO

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)