home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Seberapa Bahaya Cemaran Paracetamol di Laut Jakarta?

Senin, 04 Oktober 2021 17:45 by rizaluthfiah | 718 hits
Seberapa Bahaya Cemaran Paracetamol di Laut Jakarta?
Image Source: Tempo

DREAMERS.ID - Terlepas dari permukaan air laut yang naik, laut Jakarta juga tengah menghadapi fakta adanya pencemaran paracetamol. Seberapa bahaya cemaran kandungan obat tersebut bagi warga maupun hewan sekitar?

Pencemaran paracetamol yang terjadi di Teluk Angke dan Ancol, Jakarta Utara sangat berbahaya bagi kehidupan ikan ataupun satwa liar di laut sekitarnya. Konsentrasi paracetamol di Angke mencapai 610 nanogram per liter, sementara di Ancol sebesar 420 ng/L.

Kendati demikian, peneliti mengaku belum mengetahui apakah tingkat pencemaran paracetamol tersebut sudah dalam tahap mengkhawatirkan atau tidak. Pasalnya, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu dampak dari pencemarannya.

"Apakah pencemaran ini sudah ke tahap mengkhawatirkan? Mungkin belum ya, karena ini baru awal. Riset kita kan baru sekali sampling di laut. Jadi tidak mudah menarik kesimpulan," kata Zainal Arifin, salah satu peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dalam konferensi pers virtual, dikutip dari Detik Health.

Meski begitu, Zainal mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak sembarangan membuang limbah obat. Pasalnya, tak menutup kemungkinan pencemaran paracetamol seperti ini bisa memberikan dampak yang merugikan bagi lingkungan, termasuk untuk manusia.

Lebih lanjut, ia memaparkan riset pencemaran tidak melibatkan ikan karena sifat fisiologinya yang akan lari berenang menjauh dari tempat dengan oksigen rendah. Sedangkan kerang, akan bertahan atau mati karena pencemaran sehingga hasil riset baru bisa didapatkan dari kerang biru.

Peneliti lainnya, dari Oseanografi BRIN Dr Wulan Koagouw menyebut pencemaran paracetamol bisa saja berdampak pada organisme laut. Namun, untuk memastikan sejauh mana pencemaran dan efeknya tentu diperlukan studi dan riset lebih lanjut, khususnya kepada manusia.

Dr Wulan mengatakan, "Jadi yang saya hanya bisa bilang di sini, saya belum lihat efeknya di manusia. Karena memang konsentrasinya rendah dibanding paracetamol yang kita makan, kita minum. Secara logika harusnya efeknya kecil."

Dilansir CNN Indonesia, sejumlah penelitian menunjukkan bahan kimia seperti obat memiliki efek feminisasi pada ikan jantan dan dapat mengubah rasio betina-jantan. Sebuah studi juga melaporkan ikan di hulu dan hilir dari instalasi pengolahan air limbah lebih banyak ikan betina dan interseks hilir dari tanaman.

Hal ini diperkirakan terjadi karena kadar estrogen yang lebih tinggi di air hilir. Penelitian telah menemukan obat antidepresan yang terkonsentrasi di jaringan otak ikan di hilir dari pabrik pengolahan air limbah laut.

(rzlth)

Komentar
  • HOT !
    Berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 88 Tahun 2021 yang ditetapkan sejak 21 Oktober 2021, penumpang pesawat wajib melakukan tes PCR sebelum terbang. Aturan tersebut berlaku mulai Minggu, 24 Oktober 2021....
  • HOT !
    Pengaruh Korea Selatan yang besar dalam hal musik, film hingga makanan dirasakan luas menyebar ke seluruh dunia. Bahkan Oxford English Dictionary (OED) mencatat 26 kosakata Korea baru....
  • HOT !
    Squid Game bukan sekedar serial yang menampilkan permainan masa kecil yang mematikan dengan hadiah melimpah. Namun, juga menyinggung realita kerasnya hidup di Korea Selatan, khususnya soal hidup dengan utang....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : ichigofresh
Cast : salad di surabaya timur

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)