SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Timbulkan Kecurigaan, Setuju Keseluruhan Amandemen UU 1945 Bisa Rubah Cara Dipilih dan Masa Jabatan Presiden?

Rabu, 16 Oktober 2019 09:48 by reinasoebisono | 1567 hits
Timbulkan Kecurigaan, Setuju Keseluruhan Amandemen UU 1945 Bisa Rubah Cara Dipilih dan Masa Jabatan Presiden?
Image source: Tagar.id

DREAMERS.ID - Pertemuan antara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh pada Minggu (13/10) lalu menghasilkan jika keduanya setuju melakukan amandemen UUD 1945 secara menyeluruh.

"Kedua pemimpin parpol sepakat bahwa amandemen UUD 1945 sebaiknya bersifat menyeluruh, yang menyangkut tata kelola negara, dan sehubungan tantangan kekinian dan masa depan kehidupan berbangsa yang baik," kata Sekretaris Jenderal NasDem, Johnny G Plate. Namun hal ini menimbulkan pro dan kontra.

Yang berkomentar adalah Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan yang mengingatkan jika rencana amandemen menyeluruh itu bisa menimbulkan kecurigaan. Ia mengatakan amandemen menyeluruh itu agar presiden kembali dipilih oleh MPR. Sehingga perlu momentum untuk mengamandemen seluruh konstitusi.

"Kan musti ada momentum, kalau ada kecurigaan ya sulit, nanti presiden dipilihnya MPR. Nah ini sulit sekali. Mungkin suatu saat tapi saya tidak tahu kapan tapi sekarang ini terbatas saja tidak mudah," ujar Zulkifli melansir Merdeka.

Ada pula wacana lain yaitu amandemen terbatas, namun menurut Zulkifli sulit untuk dilakukan, apalagi untuk amandemen secara menyeluruh. Karena, sulit mendapat persetujuan mayoritas anggota MPR.

"Menurut saya, untuk menyeluruh semua itu sulit, karena kita sudah coba lima tahun. Nanti ini tidak setuju, ini tidak setuju, dua saja tidak setuju ya tidak bisa jalan, karena harus 3/4 ditandatangani," ungkap Zulkifli.

Baca juga: Pemaparan Prabowo di Komisi I DPR RI: Kalo Terpaksa Perang, Kita Perang

Johnny G. Plate pun menilai jika amandemen UUD 1945 berpeluang membahas masa jabatan eksekutif mulai dari presiden, gubernur hingga wali kota. Ia mengatakan tidak ada istilah amandemen terbatas tapi harus dilakukan secara menyeluruh.

"Masa jabatan presiden juga berhubungan, nanti perlu didiskusikan semuanya," kata Johnny. "MPR punya kewajiban untuk lakukan pendalaman menyeluruh, bukan sepotong-sepotong,"

Dari sisi Gerindra sendiri, Sekjen Ahmad Muzani mengatakan jika kedua petinggi partai itu hanya ingin amandemen dilakukans ecara hati-hati karena menyangkut sesuatu yang penting untuk kehidupan di masyarakat.

"Kita sudah dengar semua dari pimpinan MPR bahwa kita akan melakukan amandemen itu dengan kecermatan dengan kajian dan masukan yang menyeluruh, komprehensif dari semua pimpinan partai. Semua anggota MPR termasuk dari semua elemen bangsa supaya amandemen ini menyempurnakan atas amandemen yang sebelumnya tersebut," ucapnya.

 

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Beberapa waktu belakangan ini, sempat viral sebuah foto dan video yang menunjukkan peraturan pada toko kue TOUS Les JOURS di salah satu mall di daerah Jakarta Selatan, yang melarang penulisan ucapan pada cake yang ‘bertentangan dengan syariat Islam’....
  • HOT !
    Masih ingat dengan terpidana kasus Bom Bali, mantan teroris Umar Patek alias Hisyam bin Alizein? Kini ia memberi pesan pada kelompok teroris yang masih berada dan beraksi di Indonesia. Hal ini dilakukannya di Lapas Porong kala menerima status WNI istrinya....
  • HOT !
    Kepergian Ibu Ani Yudhoyono masih terus membekas dalam benak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarga. Hal ini diceritakan anak sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di mana saran dari dirinya sempat ditolak SBY karena masih berkabung....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : KaptenJe
Cast : •Je (aku) • Tata •Yossy •All member EXO

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)