SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Dianggap Tak Serius Berantas Narkoba, Ini Anggaran Fantastis Eksekusi Mati

Minggu, 31 Juli 2016 23:00 by reinasoebisono | 1030 hits
Dianggap Tak Serius Berantas Narkoba, Ini Anggaran Fantastis Eksekusi Mati
Image source: Brilio

DREAMERS.ID - Indonesia sering disebut darurat narkoba karena peredaran dan pemakaian narkoba sudah mencapai jumlah yang memprihatinkan. Namun tak ada tanda-tanda keseriusan pihak berwenang untuk memberantasnya. Hukuman mati pun dinilai tak berpengaruh besar untuk efek jera.

Terutama setelah terungkapnya anggaran yang baru saja disebutkan oleh Julius Ibrani, Direktur YLBHI. Julius menuding pemerintah tak serius memberantas narkoba karena berputar di masalah dana yang dianggap tak masuk akal.

Melansir Kompas, untuk mengeksekusi satu orang saja, dibutuhkan anggaran hampir Rp 500 Juta, menurut hasil kajian. Uang tersebut diberikan kepada dua institusi terkait, yaitu Kejaksaan Agung dan Polri.

"Pemerintah tidak berniat menegakkan hukum. Pemberantasan peredaran narkoba hanya omong kosong belaka. Untuk eksekusi satu orang anggarannya mencapai hampir Rp 500 juta," ungkap Julius yang juga pengacara publik itu.

Baca juga: Terungkapnya Peta Lokasi Korea Utara Eksekusi Warga di Depan Publik

Lebih lanjut, untuk mengeksekusi seorang terpidana mati, Kejaksaan Agung mendapat Rp 200 Juta, sedangkan kepolisian mendapat sekitar Rp 247 Juta. Artinya, dibutuhkan lebih dari Rp 447 Juta untuk proses eksekusi satu orang.

"Bayangkan jika satu perkara mulai dari penyelidikan, penyidikan sampai penuntutan hanya diberikan Rp 6 juta tapi kenapa eksekusi mencapai Rp 500 juta. Anggaran untuk eksekusi lebih besar daripada untuk penegakan hukumnya," kata Julius.

Di lain sisi, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menganggap jika pemerintah serius memberantas narkoba, hukuman mati tidak akan jadi pilihan. Harusnya pemerintah lebih fokus pada keterlibatan terdakwa hingga sindikat pengedarnya.

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Ketua Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zainudin Paru mengatakan, pihaknya akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang memenangkan Fahri Hamzah. ...
  • HOT !
    Program OK OCE (One Kecamatan, One Center for Enterpreuneurship) milik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta kembali menjadi sorotan. Pasalnya, dalam spanduk OK OCE saat kampanye memuat janji modal padahal program itu disebut Sandi tidak pernah memberi ‘janji modal’....
  • HOT !
    Anies Baswedan dan Sudirman Said merupakan mantan pejabat kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Anies dan Sudirman ‘lulus cepat’ dari jabatan mereka karena terkena resuffle oleh Kepala Negara. Meski demikian keduanya lantas diusung Partai Gerindra untuk menjadi orang nomor satu dalam pemerintahan daerah....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Kristiana
Cast : Park Chanyeol (EXO), Sandara Park (2NE1), Xiumin (EXO), Minzy (2NE1), Sehun (EXO), Lee Hi

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)