SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Tak Hanya Berdoa, Di Klenteng Sam Po Kong Warga Juga Mencari Jodoh

Senin, 08 Februari 2016 10:15 by Dits | 1557 hits
Tak Hanya Berdoa, Di Klenteng Sam Po Kong Warga Juga Mencari Jodoh
image source: merdeka.com

DREAMERS.ID - Klenteng Sam Po Kong yang berlokasi di Gedong Batu, Simongan, Kota Semarang menjadi salah satu tempat pemujaan dan memanjatkan doa warga etnis Tionghoa. Namun, sebagian besar juga menjadikannya sebagai tempat mencari jodoh, penglaris dan meminta kesembuhan dari berbagai jenis penyakit. Ritual tersebut biasa dilakukan warga setiap malam Jumat Kliwon. 

"Banyak orang Jawa dari Semarang dan kota-kota lain seperti Surabaya, Bandung, Jakarta. Bahkan ada yang dari luar Jawa datang ke klenteng untuk meminta doa, mencari jodoh, mencari penglaris atau modal yang disediakan pengurus atau yayasan. Kemudian juga meminta air di sekitar Klenteng yang telah didoakan untuk sembuh dari penyakit," tegas Sejarawan Kota Semarang Jongkie Tio kepada merdeka.com, Jumat (4/2).

Jongkie Tio menerangkan, Klenteng Sam Po Kong dulu dikenal sebagai Klenteng Gambiran. Setiap tanggal 1 dan tanggal 5 penanggalan Tionghoa, patung Cheng Ho dibawa dari Klenteng gambiran untuk kemudian diletakan di Altar Goa yang berada di dalam Klenteng itu. Goa itu bukan merupakan goa asli.

"Menurut penulis 'Riwayat Sam Po Kong' bernama Tju Kie Hak Siep, goa asli di mana Cheng Ho mendarat dan tinggal telah runtuh terkena angin puyuh besar yang melanda di daerah Simongan pada tahun 1704."

Pada waktu itu, daerah Gedong batu masih dikuasai oleh Yahudi kaya bernama Yohannes yang selalu meminta uang buka pintu sebagai pajak yang sangat tinggi. Hal ini menyulitkan masyarakat Tionghoa untuk melakukan upacara.

"Seorang pedagang dan tokoh Tionghoa Oei Tjie Sien mempunyai ujar atau nazar kalau orang Islam ngomong, jika usahanya berhasil akan membeli daerah milik orang Yahudi itu. Ternyata usahanya berhasil Oei dapat membeli Gedong Batu. Kemudian masyarakat sekitar bisa dengan bebas dan cuma-cuma melakukan upacara dan ritual doa di Klenteng Sam Pho Kong tersebut," tuturnya.

Setiap tahun di bulan Lak Gwee, diadakan arak-arakan dan pawai menggotong Toapekong Sam Po dari Klenteng Gang Lombok dengan disertai ular naga (Liong) dan Samsi serta sekor kuda. Kuda tersebut merupakan simbol tunggangan Laksamana Cheng Ho. 

Disamping itu juga diadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Sehingga Klenteng Sam Po Kong saat itu secara tidak langsung menjadi tempat pembauran kebudayaan dari berbagai macam golongan.

Komentar
  • HOT !
    Penundaan pertemuan bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebabkan sejumlah perwakilan organisasi masyarakat (ormas) dan kelembagaan masyarakat merasa kecewa. Mereka pun meluapkan emosinya di Balai Kota, sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (12/12)....
  • HOT !
    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bidang Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Fadli Zon ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR setelah Setya Novanto resmi mundur dari jabatan tersebut....
  • HOT !
    Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto turut mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait perkataannya mengenai pemindahan Ibu Kota Israel ke Yerusalem....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Hanzelnut
Cast : Luhan, Kris, Kai and Sehun of EXO | Hoya of Infinite | Kim Hana, Kang Soyul (OC)

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)