SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Susul Ford, Mabua Harley Davidson Tutup Operasi di Indonesia

Sabtu, 06 Februari 2016 11:00 by Dits | 2311 hits
Susul Ford, Mabua Harley Davidson Tutup Operasi di Indonesia
image source: merdeka.com

DREAMERS.ID - Satu persatu perusahaan besar menutup operasinya di Indonesia. Hal tersebut tak lepas karena pelemahan ekonomi Indonesia yang berdampak pada beberapa perusahaan yang tidak mampu bertahan mulai dari Ford, Toshiba, Panasonic, hingga yang terbaru adalah PT Mabua Harley-Davidson dan PT Mabua Motor Indonesia.

Dilaporkan Merdeka, PT Mabua Harley-Davidson dan PT Mabua Motor Indonesia resmi menarik bisnis otomotifnya dari Indonesia. Hal ini menjadi 'hantaman' di tengah luka yang sedang dihadapi Indonesia terhadap kelesuan pasar otomotif.

"Dengan berat hati bersama ini diberitahukan bahwa PT Mabua Harley-Davidson dan PT Mabua Motor Indonesia tidak memperpanjang keagenan Harley-Davidson di Indonesia, terhitung mulai tanggal 31 Desember 2015," ujar Presiden Direktur Harley Davidson, Djonnie Rahmat dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (5/2).

Djonnie mengungkapkan beberapa tahun terakhir pihaknya mengalami kelesuan di pasar otomotif. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat, kebijakan pemerintah mengenai tarif bea masuk serta pajak yang terkait dengan importasi dan penjualan motor besar serta kenaikan tarif PPh 22 impor dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen.

Baca juga: Petinggi Mabua Harley Davidson Ditetapkan Sebagai Tersangka Penyuap Mantan Dirut Garuda

"PP nomor 22 tahun 2014 tentang kenaikan pajak penjualan barang mewah dari 75 persen menjadi 125 persen dan PMK No 90/PMK.03/2015 tentang penetapan tarif PPh 22 Barang Mewah untuk motor besar dengan kapasitas mesin di atas 500 cc dari 0 persen menjadi 5 persen kemudian, PMK no 132/PMK.010/2015 tentang kenaikan tarif bea masuk motor besar dari semula 30 persen menjadi 40 persen menjadi faktor yang membuat kelesuan di industri motor besar," jelas dia.

Menurut Djonnie, total keseluruhan pajak untuk importasi motor besar mencapai hampir 300 persen, tidak termasuk bea balik nama dan lainnya. Pajak-pajak tersebut dinilai memberatkan untuk industri otomotif.

"Untuk beberapa bulan mendatang, sebagai bentuk komitmen yang tinggi, kami tetap akan memberikan layanan purna jual serta penjualan suku cadang, dan lain-lain," ujar Djonnie.

Source:
Komentar
  • HOT !
    Tersangka perampokan dan pembunuhan sadis rumah di Pulomas yang sempat menggegerkan masyarakat akhirnya mendapat vonis hukuman dari majelis hakim. Aksi keji yang membunuh 6 jiwa dan 5 lainnya luka luka memiliki 3 tersangka yang diadili....
  • HOT !
    Pesawat AirAsia Indonesia yang memiliki rute Perth menuju Bali terpaksa kembali ke Australia di tengah perjalanan lantaran mengalami gangguan teknis bersifat darurat pada Minggu (15/10) waktu setempat....
  • HOT !
    Sejumlah kader Gerindra mengungkapkan bahwa partai berlambang kepala burung garuda itu masih menginginkan Prabowo sebagai calon presiden untuk 2019. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani juga memastikan suara kader sudah bulat mengusung ketua umumnya tersebut....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : HeoMicha
Cast : Jeon Jungkook(BTS), Jeon Heejin(Loona), Jeon Wonwoo, Mingyu(seventeen) Bae Yoobin(OMG), Doyeon(IOI)

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)