SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

35 Tahun Demo di Depan Gedung Putih, Aktivis Wanita Ini Akhirnya Meninggal

Rabu, 03 Februari 2016 23:00 by zia92 | 1625 hits
35 Tahun Demo di Depan Gedung Putih, Aktivis Wanita Ini Akhirnya Meninggal
Image source: npr.org

DREAMERS.ID - Demonstrasi sudah menjadi hal biasa yang terjadi di negara-negara demokrasi. Namun di Washington D.C., Amerika Serikat, ada seorang demonstran yang cukup dikenal karena sudah melakukan demo selama 35 tahun!

Namun pada pekan lalu, berita duka datang dari wanita bernama Concepcion 'Connie' Picciotto tersebut. Connie merupakan aktivis pendukung perdamaian legendaris yang berkemah di depan Gedung Putih sejak sejak 1981.


Image source: huffingtonpost.com

Melansir laman Merdeka, Connie tiba di New York pada 1960. Dia adalah anak yatim yang dibesarkan oleh neneknya. Dia kemudian bekerja sebagai penerima tamu di atase perdagangan Spanyol. Beberapa tahun kemudian dia menikah dengan imigran Italia dan mengadopsi bayi bernama Ogla pada 1973.

Hidupnya mulai berubah ketika suaminya mengirim dia ke rumah sakit jiwa untuk menutupi kasus kriminal yang dibuat suaminya. Dia kemudian berpisah dari anaknya karena kalah dalam hak asuh di pengadilan. Connie akhirnya mendarat di Washington.

Baca juga: Polri Akui Dana Setahun Habis untuk Amankan Aksi Bela Islam

Setelah itu, Connie kemudian bergabung dengan kelompok pegiat antinuklir yang menggelar unjuk rasa damai di depan Gedung Putih. Mereka kemudian berkemah di depan Gedung Putih. Gagasan itu diawali oleh aktivis bernama William Thomas. Mereka bertahan berdemo di depan Gedung Putih selama 25 tahun hingga akhirnya Thomas meninggal dan Connie meneruskan aksinya.

Usaha Connie yang berdemo selama 35 tahun itu tercatat sebagai bentuk unjuk rasa terlama di Negeri Paman Sam. Hal ini tentu bukan perkara mudah. Connie harus mengenakan helm dan syal buat melindungi dirinya. Dia juga sudah sering diserang oleh orang-orang jahil, ditabrak taksi, dan bahkan pernah didorong oleh pasukan pengamanan presiden.

September 2013 lalu, tendanya digusur karena sempat ditinggalkan selama beberapa waktu, Connie kemudian berdiri di tempat tendanya itu dan menuntut kemahnya dikembalikan. "Saat ini, tidak seperti di zaman-zaman sebelumnya, kita harus mengajak orang bergerak, menghentikan baku bunuh dan perang di mana-mana. Ini cukup membuat frustrasi. Saya kepanasan, kedinginan, dan terkubur salju," ujar Connie ketika itu kepada Huffington Post.

(fzh)

Komentar
  • HOT !
    Presiden Rusia Vladimir Putin menelpon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengucapkan terima kasih atas informasi dari CIA yang membantu Rusia untuk menggagalkan serangan teroris yang direncanakan di Saint Petersburg, Minggu (17/12)....
  • HOT !
    Gelaran Djakarta Warehouse Project tahun ini justru mendapat tentangan setelah berhasil mengadakan acara serupa bertahun tahun belakangan. Sejak Kamis, massa anti DWP berunjuk rasa menolak dilaksanakannya acara musik tersebut....
  • HOT !
    Masyarakat Indonesia seperti punya budaya ‘menonton’ saat terjadi kecelakaan yang tak jarang justru membuat macet lalu lintas ketimbang kecelakaan itu sendiri. Mirisnya, warga tersebut memang menonton atau berhenti sejenak bahkan mengabadikannya dalam foto dan video, bukan menolong korban....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Kristiana
Cast : Park Chanyeol (EXO), Sandara Park (2NE1), Xiumin (EXO), Minzy (2NE1), Sehun (EXO), Lee Hi

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)