SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Setahun Penyelidikan, Ini Penyebab Jatuhnya AirAsia QZ8510

Rabu, 02 Desember 2015 09:03 by zia92 | 2350 hits
Setahun Penyelidikan, Ini Penyebab Jatuhnya AirAsia QZ8510
Image source: telegraph.c

DREAMERS.ID - Akhir Desember tahun 2014 lalu, pesawat milik AirAisia Indonesia jatuh saat terbang menuju Singapura dari Surabaya. Setelah satu tahun dilakukan investigasi, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun menyimpulkan lima faktor yang menjadi penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Mengutip laman CNN, Ketua Subkomite Kecelakaan Udara Kapten Nurcahyo Utomo mengatakan bahwa faktor pertamanya adalah retakan solder yang terdapat pada electronic module di Rudder Travel Limiter Unit (RTLU) yang terpasang di bagian ekor pesawat. RTLU berfungsi untuk mengatur ketinggian pesawat.

Kerusakan solder itu kemudian menyebabkan kerusakan pada RTLU yang terjadi berkelanjutan dan terus berulang.

"Faktor kedua adalah sistem perawatan pesawat dan analisa di perusahaan yang belum optimal, mengakibatkan masalah di RTLU yang berulang tidak diselesaikan," katanya pada Selasa (01/12) kemarin.

Kerusakan di RTLU terjadi sebanyak empat kali selama penerbangan, dan pilot sempat mengatasi tiga kerusakan pertama sesuai aturan yang ada. Mereka melaksanakan prosedur sesuai Electronic Centralized Aircraft Monitoring.

Namun saat terjadi kerusakan keempat, data kotak hitam memperlihatkan adanya aktivitas berbeda yang dilakukan di dalam kokpit. Hal ini menjadi faktor ketiga penyebab kecelakaan pesawat.

Baca juga: Ini Tugas Raline Shah Sebagai Komisaris Independen AirAsia

Penyebab kecelakaan keempat adalah putusnya arus listrik itu membuat sistem autopilot berhenti berfungsi, dan akhirnya flight control logic di pesawat berubah.  "Berubah dari normal law (autopilot) menjadi alternate law (manual), rudder bergerak sebanyak dua derajat ke kiri dan berakibat pesawat berguling mencapai sudut 54 derajat," ujar Nurcahyo.

Penyebab kecelakaan terakhir adalah kondisi pesawat yang dikendalikan secara manual mengakibatkan pesawat masuk dalam upset condition, yakni kondisi di mana pilot dan kopilot tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Kondisi tersebut diikuti dengan stall di mana pesawat kehilangan daya angkat. Stall terjadi berkepanjangan sebelum akhirnya pesawat naik hingga ketinggian 38 ribu kaki, dan akhirnya terempas ke laut dari ketinggian itu.

Pesawat AirAsia QZ8501 jenis Airbus A320 hilang kontak di sekitar Selat Karimata pada 28 Desember 2014. Puing-puing pesawat yang membawa 155 penumpang dan tujuh orang kru itu ditemukan dua hari kemudian tersebar di Laut Jawa.

(fzh)

Komentar
  • HOT !
    Maraknya peredaran narkotika di Indonesia membuat meningkatnya status darurat narkoba. Penyebaran itu tidak bisa dipungkiri juga berasal dari beberapa negara tetangga dengan oknumnya yang memasarkan barang haram itu masuk Indonesia....
  • HOT !
    Meski hanya wilayah Amerika Serikat yang terkena dampak gerhana matahari total selama beberapa menit, dunia turut menyambutnya dengan suka cita. Terutama dengan foto foto penampakan gerhana itu di pemberitaan dan sosial media....
  • HOT !
    Tidak hanya kepolisian, namun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK tengah melakukan penelusuran terkait aset yang dimiliki PT First Travel kini. Perusahaan travel itu sedang naik daun lantaran gagal memberangkatkan 35 ribu jemaah beribadah Umrah dengan total dugaan penipuan 550 miliar....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : arsy
Cast : Cast: JiHyun, GD BIGBANG, Jungkook BTS, Jimin BTS, Suga BTS

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)