SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Setahun Penyelidikan, Ini Penyebab Jatuhnya AirAsia QZ8510

Rabu, 02 Desember 2015 09:03 by zia92 | 2299 hits
Setahun Penyelidikan, Ini Penyebab Jatuhnya AirAsia QZ8510
Image source: telegraph.c

DREAMERS.ID - Akhir Desember tahun 2014 lalu, pesawat milik AirAisia Indonesia jatuh saat terbang menuju Singapura dari Surabaya. Setelah satu tahun dilakukan investigasi, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun menyimpulkan lima faktor yang menjadi penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Mengutip laman CNN, Ketua Subkomite Kecelakaan Udara Kapten Nurcahyo Utomo mengatakan bahwa faktor pertamanya adalah retakan solder yang terdapat pada electronic module di Rudder Travel Limiter Unit (RTLU) yang terpasang di bagian ekor pesawat. RTLU berfungsi untuk mengatur ketinggian pesawat.

Kerusakan solder itu kemudian menyebabkan kerusakan pada RTLU yang terjadi berkelanjutan dan terus berulang.

"Faktor kedua adalah sistem perawatan pesawat dan analisa di perusahaan yang belum optimal, mengakibatkan masalah di RTLU yang berulang tidak diselesaikan," katanya pada Selasa (01/12) kemarin.

Kerusakan di RTLU terjadi sebanyak empat kali selama penerbangan, dan pilot sempat mengatasi tiga kerusakan pertama sesuai aturan yang ada. Mereka melaksanakan prosedur sesuai Electronic Centralized Aircraft Monitoring.

Namun saat terjadi kerusakan keempat, data kotak hitam memperlihatkan adanya aktivitas berbeda yang dilakukan di dalam kokpit. Hal ini menjadi faktor ketiga penyebab kecelakaan pesawat.

Penyebab kecelakaan keempat adalah putusnya arus listrik itu membuat sistem autopilot berhenti berfungsi, dan akhirnya flight control logic di pesawat berubah.  "Berubah dari normal law (autopilot) menjadi alternate law (manual), rudder bergerak sebanyak dua derajat ke kiri dan berakibat pesawat berguling mencapai sudut 54 derajat," ujar Nurcahyo.

Penyebab kecelakaan terakhir adalah kondisi pesawat yang dikendalikan secara manual mengakibatkan pesawat masuk dalam upset condition, yakni kondisi di mana pilot dan kopilot tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Kondisi tersebut diikuti dengan stall di mana pesawat kehilangan daya angkat. Stall terjadi berkepanjangan sebelum akhirnya pesawat naik hingga ketinggian 38 ribu kaki, dan akhirnya terempas ke laut dari ketinggian itu.

Pesawat AirAsia QZ8501 jenis Airbus A320 hilang kontak di sekitar Selat Karimata pada 28 Desember 2014. Puing-puing pesawat yang membawa 155 penumpang dan tujuh orang kru itu ditemukan dua hari kemudian tersebar di Laut Jawa.

(fzh)

Komentar
  • HOT !
      Donald Trump akhirnya resmi menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke 45 pada Jumat (20/1) lalu menggantikan Barack Obama. Kedatangan Donald Trump dan sang istri Melania di White House langsung disambut oleh keluarga Obama. Namun ada hal yang menarik saat penyambutan tersebut, ekspresi mantan First Lady, Michelle Obama menjadi sorotan hangat karena terlihat tidak bersemangat....
  • HOT !
    Disadari atau tidak, sejak beberapa bulan yang lalu hingga akhir Januari ini, pembahasan politik tengah menjadi sajian hangat yang kerap diberitakan. Mulai dari terpilihnya presiden baru Amerika Serikat, Donald Trump hingga Pilkada salah satu kota di Indonesia, DKI Jakarta yang sebentar lagi juga akan digelar....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : bellecious0193
Cast : Wu Yi Fan aka Kris Wu, Lee Na Ra (oc), Cho Kyuhyun, Lee Hea Ae (oc), Oh Sehun

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)