SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Netizen Mencaci di Medsos, Kapolri Ancam Hukuman Penjara dan Denda Rp500 Juta

Selasa, 03 November 2015 11:00 by zia92 | 1733 hits
Netizen Mencaci di Medsos, Kapolri Ancam Hukuman Penjara dan Denda Rp500 Juta
Image source: www.busines

DREAMERS.ID - Media sosial memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi dan terhubung dengan orang lain di berbagai tempat. Sayangnya, masyarakat menyalahgunakan medsos sebagai tempat menyebarkan video bully hingga hinaan untuk orang lain.

Untuk itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengeluarkan surat edaran bernomor SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech), pada 8 Oktober lalu. Surat ini bertujuan untuk menindak netizen yang mengutarakan kebencian hingga berpotensi menimbulkan konflik sosial.


Image source: Merdeka

Dalam surat edaran tersebut, penegakan hukum atas dugaan terjadinya tindak pidana ujaran kebencian dengan mengacu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Seperti hukuman empat tahun penjara bagi siapa saja yang menyatakan permusuhan di depan umum, sesuai Pasal 156 KUHP.

Pidana penjara paling lama dua tahun enam bulan untuk cacian yang disebarkan melalui tulisan, sesuai Pasal 157 KUHP. Pidana penjara paling lama sembilan bulan untuk kasus pencemaran nama baik, sesuai Pasal 310 KUHP.

Baca juga: Hadir di Markas PBB, Kapolri Ungkap Cara Jitu RI Lawan Terorisme

Hukuman empat tahun penjara untuk pelaku penyebaran fitnah sesuai dengan Pasal 311 KUHP, dan pencabutan hak-hak berdasarkan pasal 35 No. 13. Bagi yang menyebarkan berita bohong, maka akan dikenakan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar, sesuai Pasal 28 jis. Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sementara itu, setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis, akan dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500 juta. Hukuman ini diatur dalam Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

[did]

Source:
Komentar
  • HOT !
    Ketua Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zainudin Paru mengatakan, pihaknya akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang memenangkan Fahri Hamzah. ...
  • HOT !
    Program OK OCE (One Kecamatan, One Center for Enterpreuneurship) milik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta kembali menjadi sorotan. Pasalnya, dalam spanduk OK OCE saat kampanye memuat janji modal padahal program itu disebut Sandi tidak pernah memberi ‘janji modal’....
  • HOT !
    Anies Baswedan dan Sudirman Said merupakan mantan pejabat kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Anies dan Sudirman ‘lulus cepat’ dari jabatan mereka karena terkena resuffle oleh Kepala Negara. Meski demikian keduanya lantas diusung Partai Gerindra untuk menjadi orang nomor satu dalam pemerintahan daerah....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Kristiana
Cast : Park Chanyeol (EXO), Sandara Park (2NE1), Xiumin (EXO), Minzy (2NE1), Sehun (EXO), Lee Hi

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)