SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Benarkah Aksi Demo di Indonesia Lebih Enak Daripada di Malaysia?

Selasa, 01 September 2015 10:40 by zia92 | 8691 hits
Benarkah Aksi Demo di Indonesia Lebih Enak Daripada di Malaysia?
Image source: wjs.com

DREAMERSRADIO.COM - Melakukan aksi unjuk rasa atau demontrasi sudah menjadi hal biasa yang dilakukan oleh masyarakat di negara-negara demokrasi, termasuk di Indonesia. Aksi unjuk rasa ini biasanya dilakukan untuk mengkritisi kebijakan pemerintah atau meminta pejabat negara untuk turun dari jabatannya.

Seperti demo akbar yang terjadi di Malaysia beberapa hari yang lalu, masyarakatnya menuntut agar Perdana Menteri Malaysia Najib Razak untuk mundur dari jabatannya. Sayangnya, aksi ini dinilai sebagai bentuk anti patriotisme oleh PM Najib karena dilakukan sebelum Hari Kemerdekaan Malaysia yang jatuh pada 31 Agustus.

Sedangkan di Indonesia, berbagai sikap pemerintah menanggapi kritikan masyarakat sudah pernah dirasa oleh negara ini. Pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti mengatakan Indonesia pernah mengalami yang lebih buruk dari Malaysia.

"Di zaman Soeharto, ketika ada demo masyarakat langsung dikejar tentara, dikejar polisi. Sangat tidak enak di zaman itu. Jadi apa yang terjadi di Malaysia saat ini lebih enak dari zaman Soeharto dulu," kata Ray ketika dihubungi merdeka.com, Senin (31/8).

Namun keadaan tersebut tentunya sudah jauh berbeda dengan saat ini di mana masyarakat bebas melakukan aksi unjuk rasa dengan berbagai tujuan, tanpa perlu terintimidasi dengan sikap pemerintah.

Baca juga: Dapat Protes dari Pendukung Habib Rizieq, Sandiaga: Harus Dielus-elus dan Disayang

Meski begitu, Ray menilai Malaysia dan Indonesia merupakan negara yang berbeda suasana politiknya. Menurutnya, negeri jiran tersebut merupakan negara yang memandang demokrasi sebagai ancaman.

"Malaysia itu kan tipikal rezim di mana demonstrasi yang mengancam pemerintahan biasa dilakukan di negara otoriter. Demokrasi tidak pernah dipandang kritis terhadap pemerintah, tapi dianggap sebagai ancaman, dianggap melawan negara," imbuhnya.

Sehingga, demokrasi Indonesia hanya bisa dibandingkan dengan negara demokrasi yang sepadan. Begitu pula dengan Malaysia, demokrasinya hanya bisa disamakan dengan negara yang demokrasinya tidak tumbuh, seperti Singapura.

[tyo]

Source:
  • HOT !
    Terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman yang dituntut hukuman mati oleh jaksa hari ini, Jumat (25/5), menjalani sidang pledoi atau pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam keterangannya, Aman mengatakan hal cukup mengejutkan karena berbeda dari pemahaman soal jihad di mata masyarakat selama ini....
  • HOT !
    Masih dari dalam lingkup pemberitaan viral sebuah video anak remaja mengancam menembak Presiden Jokowi dengan kata kata kasar sambil bertelanjang dada. Disebut anak tersebut telah menyerahkan diri ke kepolisian....
  • HOT !
    Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud memang telah menunjuk anak kandungnya, Pangeran Mohammed bin Salman atau yang sering disapa MBS sebagai pewarisnya. Namun kini rencana tersebut harus terusik dengan seruan kudeta....
Airy Rooms

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : LauraLMP
Cast : TVXQ (Yunho – Changmin) and Blue Razeilly, Dean, Twins Hyran-Kyran (OC)

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)