SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Benarkah Aksi Demo di Indonesia Lebih Enak Daripada di Malaysia?

Selasa, 01 September 2015 10:40 by zia92 | 8642 hits
Benarkah Aksi Demo di Indonesia Lebih Enak Daripada di Malaysia?
Image source: wjs.com

DREAMERSRADIO.COM - Melakukan aksi unjuk rasa atau demontrasi sudah menjadi hal biasa yang dilakukan oleh masyarakat di negara-negara demokrasi, termasuk di Indonesia. Aksi unjuk rasa ini biasanya dilakukan untuk mengkritisi kebijakan pemerintah atau meminta pejabat negara untuk turun dari jabatannya.

Seperti demo akbar yang terjadi di Malaysia beberapa hari yang lalu, masyarakatnya menuntut agar Perdana Menteri Malaysia Najib Razak untuk mundur dari jabatannya. Sayangnya, aksi ini dinilai sebagai bentuk anti patriotisme oleh PM Najib karena dilakukan sebelum Hari Kemerdekaan Malaysia yang jatuh pada 31 Agustus.

Sedangkan di Indonesia, berbagai sikap pemerintah menanggapi kritikan masyarakat sudah pernah dirasa oleh negara ini. Pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti mengatakan Indonesia pernah mengalami yang lebih buruk dari Malaysia.

"Di zaman Soeharto, ketika ada demo masyarakat langsung dikejar tentara, dikejar polisi. Sangat tidak enak di zaman itu. Jadi apa yang terjadi di Malaysia saat ini lebih enak dari zaman Soeharto dulu," kata Ray ketika dihubungi merdeka.com, Senin (31/8).

Namun keadaan tersebut tentunya sudah jauh berbeda dengan saat ini di mana masyarakat bebas melakukan aksi unjuk rasa dengan berbagai tujuan, tanpa perlu terintimidasi dengan sikap pemerintah.

Baca juga: Pendemo Anti-DWP Bubarkan Diri Karena Speaker Kalah Keras?

Meski begitu, Ray menilai Malaysia dan Indonesia merupakan negara yang berbeda suasana politiknya. Menurutnya, negeri jiran tersebut merupakan negara yang memandang demokrasi sebagai ancaman.

"Malaysia itu kan tipikal rezim di mana demonstrasi yang mengancam pemerintahan biasa dilakukan di negara otoriter. Demokrasi tidak pernah dipandang kritis terhadap pemerintah, tapi dianggap sebagai ancaman, dianggap melawan negara," imbuhnya.

Sehingga, demokrasi Indonesia hanya bisa dibandingkan dengan negara demokrasi yang sepadan. Begitu pula dengan Malaysia, demokrasinya hanya bisa disamakan dengan negara yang demokrasinya tidak tumbuh, seperti Singapura.

[tyo]

Source:
Komentar
  • HOT !
    Hadir dalam Aksi Bela Palestina di Monumen Nasional (Monas) pada Minggu (17/12), Pelaksana Tugas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon dalam orasinya mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo harus menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Palestina....
  • HOT !
    Ketua Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zainudin Paru mengatakan, pihaknya akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang memenangkan Fahri Hamzah. ...
  • HOT !
    Mantan pejabat kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi), Anies Baswedan dan Sudirman Said diusung Partai Gerindra untuk menjadi calon kepala daerah. Ketua Partai Gerindra, Prabowo Subianto pun merasa beruntung karena Anies dan Sudirman Said ‘lulus cepat’ dari jabatan mereka karena terkena resuffle oleh Kepala Negara....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Kristiana
Cast : Park Chanyeol (EXO), Sandara Park (2NE1), Xiumin (EXO), Minzy (2NE1), Sehun (EXO), Lee Hi

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)