SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Pembangunan 17 Pulau Buatan di Utara Jakarta Ancam Habitat Elang Bondol

Senin, 24 Agustus 2015 09:34 by zia92 | 4225 hits
Pembangunan 17 Pulau Buatan di Utara Jakarta Ancam Habitat Elang Bondol
Image source: benyaminlak

DREAMERSRADIO.COM - Pemerintah DKI Jakarta telah memberi izin PT Muara Wisesa Samudera, anak usaha PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) untuk melakukan reklamasi atau pembangunan proyek 17 pulau buatan di Utara Jakarta. Nantinya, di atas daratan pulau yang dibangun itu akan berdiri properti mewah.

Namun perencanaan tersebut rupanya menuai kritik dari salah satu komunitas di Indonesia. Komunitas Indonesian Friends of The Animals (Ifota) mengkritik usulan Pemprov DKI Jakarta, terkait rancangan peraturan daerah zonasi wilayah pesisir dan pulau kecil kepada DPRD DKI agar dapat dibuat menjadi peraturan daerah (perda).

Perda tersebut nantinya akan berguna, untuk menentukan zonasi pada proyek reklamasi 17 pulau di pantai utara Jakarta.

Menurut koordinator Komunitas Indonesian Friends of The Animals (Ifota) Marison Guciano rencana itu bakal merusak flora dan fauna di Utara Jakarta. Salah satunya Elang bondol yang diketahui sebagai maskot Jakarta.

"Berdasarkan hasil survei tahun 2004, populasi elang bondol di Kepulauan Seribu, Jakarta, hanya tinggal 15 ekor saja. Elang bondol bukanlah burung migran atau suka berpindah-pindah tempat,” kata Marison di Jakarta, Minggu (23/8).

Baca juga: Rencana Selanjutnya Anies-Sandi Setelah 'Pecah Telur' Tutup Alexis

“Oleh karena itu mega proyek reklamasi 17 pulau buatan di utara Jakarta yang menggusur habitat elang bondol dipastikan akan menyebabkan kepunahan maskot Jakarta ini," tambahnya.

Selain itu, Marison juga menganggap bahwa penanaman bakau atau mangrove di pesisir Jakarta lebih baik dibandingkan ijin reklamasi ini. Selain berfungsi sebagai resapan dan penahan air laut pasang, keberadaan mangrove juga untuk menciptakan keadilan ekologis bagi satwa liar untuk hidup.

"Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama seharusnya berfikir bahwa ia adalah pemimpin pemerintahan, bukan eksekutif sebuah perusahaan. Ia sedang mengelola negara, bukan mengelola bisnis perusahaan. Oleh karena itu bukan kepentingan finansial yang harus ia kedepankan," katanya.

Di Indonesia sendiri Elang Bondol termasuk satwa yang dilindungi dan terdaftar dalam lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

Komentar
  • HOT !
    Presiden Rusia Vladimir Putin menelpon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengucapkan terima kasih atas informasi dari CIA yang membantu Rusia untuk menggagalkan serangan teroris yang direncanakan di Saint Petersburg, Minggu (17/12)....
  • HOT !
    Gelaran Djakarta Warehouse Project tahun ini justru mendapat tentangan setelah berhasil mengadakan acara serupa bertahun tahun belakangan. Sejak Kamis, massa anti DWP berunjuk rasa menolak dilaksanakannya acara musik tersebut....
  • HOT !
    Masyarakat Indonesia seperti punya budaya ‘menonton’ saat terjadi kecelakaan yang tak jarang justru membuat macet lalu lintas ketimbang kecelakaan itu sendiri. Mirisnya, warga tersebut memang menonton atau berhenti sejenak bahkan mengabadikannya dalam foto dan video, bukan menolong korban....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Kristiana
Cast : Park Chanyeol (EXO), Sandara Park (2NE1), Xiumin (EXO), Minzy (2NE1), Sehun (EXO), Lee Hi

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)